Webinar International 2022 - The advantage of green engineering part 17
Berita
  • 07 Desember 2022
    Oleh : priyadi s. kom, m. kom 28 Views

    Subjek area rekayasa hijau yang tidak kalah penting dari lainnya adalah energi hijau. Energi hijau adalah segala jenis energi yang dihasilkan dari sumber daya alam, seperti sinar matahari, angin atau air. Itu sering berasal dari sumber energi terbarukan meskipun ada beberapa perbedaan antara energi terbarukan dan hijau, yang akan kita bahas di bawah. Kunci dari sumber daya energi ini adalah bahwa mereka tidak merusak lingkungan melalui faktor-faktor seperti pelepasan gas rumah kaca ke atmosfer.


    Sebagai sumber energi, energi hijau seringkali berasal dari teknologi energi terbarukan seperti energi surya, tenaga angin, energi panas bumi, biomassa, dan tenaga air. Masing-masing teknologi ini bekerja dengan cara yang berbeda, apakah itu dengan mengambil tenaga dari matahari, seperti panel surya, atau menggunakan turbin angin atau aliran air untuk menghasilkan energi.


    Agar dianggap energi hijau, sumber daya tidak dapat menghasilkan polusi, seperti yang ditemukan pada bahan bakar fosil. Artinya, tidak semua sumber yang digunakan oleh industri energi terbarukan berwarna hijau. Misalnya, pembangkit listrik yang membakar bahan organik dari hutan lestari mungkin dapat diperbarui, tetapi belum tentu ramah lingkungan, karena CO2 yang dihasilkan dari proses pembakaran itu sendiri.


    Sumber energi hijau biasanya diisi ulang secara alami, berbeda dengan sumber bahan bakar fosil seperti gas alam atau batu bara, yang membutuhkan waktu jutaan tahun untuk berkembang. Sumber hijau juga sering menghindari operasi penambangan atau pengeboran yang dapat merusak ekosistem.


    Energi hijau penting bagi lingkungan karena menggantikan efek negatif bahan bakar fosil dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Berasal dari sumber daya alam, energi hijau juga seringkali terbarukan dan bersih, artinya tidak mengeluarkan atau sedikit gas rumah kaca dan seringkali tersedia.


    Bahkan ketika siklus hidup penuh sumber energi hijau dipertimbangkan, mereka melepaskan gas rumah kaca jauh lebih sedikit daripada bahan bakar fosil, serta tingkat polutan udara yang sedikit atau rendah. Ini tidak hanya baik untuk planet ini tetapi juga lebih baik untuk kesehatan manusia dan hewan yang harus menghirup udara.


    Energi hijau juga dapat menghasilkan harga energi yang stabil karena sumber ini sering diproduksi secara lokal dan tidak terpengaruh oleh krisis geopolitik, lonjakan harga, atau gangguan rantai pasokan. Manfaat ekonomi juga mencakup penciptaan lapangan kerja dalam membangun fasilitas yang seringkali melayani masyarakat tempat pekerja dipekerjakan. Energi terbarukan menciptakan 11 juta pekerjaan di seluruh dunia pada tahun 2018, dengan jumlah ini akan terus bertambah seiring upaya kami untuk memenuhi target seperti nol bersih.


    Karena sifat produksi energi lokal melalui sumber seperti tenaga surya dan angin, infrastruktur energi lebih fleksibel dan tidak terlalu bergantung pada sumber terpusat yang dapat menyebabkan gangguan serta kurang tahan terhadap perubahan iklim terkait cuaca.


    Energi hijau juga merupakan solusi berbiaya rendah untuk kebutuhan energi di banyak bagian dunia. Ini hanya akan meningkat karena biaya terus turun, semakin meningkatkan aksesibilitas energi hijau, terutama di negara berkembang.


    Presentator webinar internasional Universitas STEKOM yang menyampaikan materi tersebut adalah  Kefale Kebie Bishaw yang memiliki gelar akademik M.Sc dalam bidang Structural Engineering. Dia juga merupakan seorang dosen dan peneliti di Debre Tabor University yang terletak di kota Debre Tabor, Negara Ethiopia. Universitas STEKOM sudah beberapa kali mengadakan kerjasama dengan Universitas tersebut beberapa kali. Kali ini kegiatan internasional yang diadakan adalah webinar internasional yang berjudul "Advantage of Green Engineering".


    Judul presentasi yang disampaikan oleh Bapak Kefale adalah "Advantage of Green Engineering / Technology". Diawal presentasinya, Bapak Kefale menjelaskan tentang outline dari presentasinya. Adapun outline yang disampaikan oleh Bapak Kefale ada beberapa poin berikut :
    - Apa itu Rekayasa Hijau?
    - Kategori Rekayasa Hijau,
    - Faktor Pendorong Rekayasa Hijau,
    - Manfaat dan Beberapa Keterbatasan,
    - Kesimpulan dan saran.


    Kegiatan webinar tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.



    Hello!

    Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to info@stekom.ac.id

    Support Ratih Yuni Arman,M.Si
    628156580901
    Support Anggi Novita Sari
    6282264192319
    Support Nur Anisa N
    6285875635135
    Hello! Ada yang bisa saya bantu?
    ×
    Hubungi kami ? 950