Berbicara di depan umum, juga disebut pidato atau orasi, secara tradisional berarti tindakan berbicara tatap muka dengan audiensi langsung. Hari ini mencakup segala bentuk pembicaraan (formal dan informal) kepada audiens, termasuk pidato pra-rekaman yang disampaikan dari jarak jauh melalui teknologi.
Konfusius, salah satu dari banyak cendekiawan yang terkait dengan berbicara di depan umum, pernah mengajarkan bahwa jika sebuah pidato dianggap sebagai pidato yang baik, itu akan berdampak pada kehidupan individu apakah mereka mendengarkannya secara langsung atau tidak. Idenya adalah bahwa kata-kata dan tindakan seseorang yang berkuasa dapat mempengaruhi dunia.
Berbicara di depan umum digunakan untuk berbagai tujuan, tetapi biasanya sebagai campuran pengajaran, persuasi, atau hiburan. Masing-masing membutuhkan pendekatan dan teknik yang sedikit berbeda.
Berbicara di depan umum dikembangkan sebagai bidang pengetahuan utama di Yunani dan Roma, di mana para pemikir terkemuka mengkodifikasikannya sebagai bagian sentral dari retorika. Saat ini, seni berbicara di depan umum telah diubah oleh teknologi baru yang tersedia seperti konferensi video, presentasi multimedia, dan bentuk non-tradisional lainnya.
Fungsi berbicara di depan umum bergantung sepenuhnya pada efek apa yang dimaksudkan pembicara saat berbicara kepada audiens tertentu. Pembicara yang sama, dengan maksud strategis yang sama, mungkin menyampaikan pidato yang sangat berbeda kepada dua audiens yang berbeda. Intinya adalah mengubah sesuatu, di hati, pikiran, atau tindakan penonton.
Terlepas dari namanya, berbicara di depan umum sering disampaikan kepada audiens yang tertutup dan terbatas dengan pandangan umum yang luas. Penonton mungkin adalah penggemar setia pembicara; mereka mungkin bermusuhan (menghadiri suatu acara dengan enggan, atau karena dendam); atau mereka mungkin orang asing acak (tidak peduli dengan pembicara di kotak sabun di jalan). Semua sama, pembicara yang efektif ingat bahwa bahkan audiens kecil bukanlah satu massa tunggal dengan sudut pandang tunggal tetapi berbagai individu.
Sebagai generalisasi yang luas, berbicara di depan umum berusaha untuk meyakinkan audiens yang bermasalah, atau untuk membangunkan audiens yang berpuas diri terhadap sesuatu yang penting. Setelah memutuskan pendekatan mana yang diperlukan, seorang pembicara kemudian akan menggabungkan informasi dan bercerita dengan cara yang paling mungkin untuk mencapainya.
Kata persuasi berasal dari istilah Latin “ persuādēre.” Tujuan utama di balik pidato persuasif adalah untuk mengubah kepercayaan audiens pembicara. Contoh berbicara persuasif dapat ditemukan dalam setiap debat politik di mana para pemimpin mencoba untuk meyakinkan audiens mereka, apakah itu masyarakat umum, atau anggota pemerintah.
Persuasif berbicara dapat didefinisikan sebagai gaya berbicara di mana ada empat bagian untuk proses: pembujuk, penonton, metode yang digunakan pembicara untuk berbicara, dan pesan yang pembicara berusaha untuk menegakkan. Saat mencoba membujuk audiens, seorang pembicara menargetkan perasaan dan keyakinan audiens, untuk membantu mengubah pendapat audiens.
Ada beberapa teknik berbeda yang dapat digunakan pembicara untuk mendapatkan dukungan dari audiens. Beberapa teknik utama termasuk menuntut audiens untuk mengambil tindakan, menggunakan bahasa inklusif ('kami' & 'kita') untuk membuat audiens dan pembicara tampak seolah-olah mereka adalah satu kelompok, dan memilih kata-kata tertentu yang memiliki makna konotatif yang kuat. meningkatkan dampak pesan. Mengajukan pertanyaan retoris, menggeneralisasi informasi (termasuk anekdot), melebih-lebihkan makna, menggunakan metafora, dan menerapkan ironi pada situasi adalah metode lain di mana seorang pembicara dapat meningkatkan peluang untuk meyakinkan audiens.
Materi diatas disampaikan oleh presentator dari Indonesia dalam webinar internasional yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universitas dari Meksiko. Judul presentasinya adalah "The Role of Public Speaking in Marketing Communication". Nama presentator tersebut adalah Wibi Ardi Alvianto, S.Pd, M.Pd. Bapak Wibi adalah dosen aktif di Universitas STEKOM.
Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.

2023 - International Webinar - The important of public speaking for bussinessman - Part 11
Webinar International
Kembali ke Berita
Webinar International
Senin, 6 Maret 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat