Perusahaan Releaf Paper memproduksi kertas dari daun-daun berguguran - hingga 5 ribu ton per tahun. Lokasi produksi utama terletak di Lutsk. Produk Releaf Paper meliputi kertas, tas belanja, kardus, kemasan makanan, kotak bergelombang.
Teknologi Releaf telah bekerja sejak 2017. Ini memberikan cara revolusioner untuk memproduksi kertas dari bahan baku terbarukan tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Dengan membeli kemasan belanja melalui Releaf, maka pembeli otomatis berkontribusi terhadap pengurangan emisi Co2 sebesar 78%. Mereka berkomitmen untuk hanya menggunakan daun dan serat daur ulang untuk menciptakan 'kertas' dengan kualitas tertinggi yang sama baiknya (jika tidak lebih baik) dari kertas yang disukai banyak orang.
Mereka berkampanye untuk dapat mengubah pendekatan pengemasan dan memenuhi permintaan tanpa mengorbankan planet tempat tinggal manusia. Melalui Releaf mereka bertujuan untuk mengubah industri pengemasan selamanya dengan menyediakan cara agar bisnis dapat berkelanjutan. Bekerja sama dengan merek global, mereka menyebarkan gagasan tentang alternatif kertas yang berkelanjutan tanpa merusak hutan alam. Dengan menggunakan daun-daun berguguran dan serat daur ulang, mereka berharap dapat membuat kertas baru yang tidak membahayakan paru-paru kita, rumah hewan, atau iklim.
Semakin banyak pelanggan yang menghargai merek ramah lingkungan. Mereka mencari perusahaan yang peduli untuk membantu pemeliharaan planet bumi dan benar-benar mengambil langkah untuk membuat perubahan positif. Dengan 100% kemasan berbasis daun yang dapat digunakan kembali dan didaur ulang, konsumen akan tahu bahwa mereka melakukan bagiannya untuk memerangi krisis iklim.
Mereka adalah produsen kertas lestari pertama di dunia dari daun-daun berguguran. Mereka memproduksi tas ramah lingkungan yang bergaya untuk penggunaan sehari-hari. Lokasi produksi utama mereka terletak di Lutsk (Ukraina). Kapasitas produksi saat ini adalah 5.000 ton kertas per tahun. Produk utama yang ditawarkan Releaf Paper kepada pelanggannya adalah kertas dengan kisaran kerapatan 110-300 gsm. Mereka menggunakan Kertas Releaf untuk memproduksi Tas Releaf untuk belanja. Kapasitas produksi bulanan adalah 3.000.000 kantong. Gudang tas siap pakai untuk pelanggan UE berlokasi di Bratislava (Slovakia).
Profil perusahaan tersebut disampaikan diawal presentasi Ibu Iryna sebagai salah satu contoh startup yang terus berkembang di Ukraina. Walaupun tidak terkait langsung dengan teknologi IT, perusahaan tersebut menunjukkan eksistensi pertumbuhannya yang cukup signifikan. Contoh tersebut juga mewakili iklim positif perkembangan industri yang ramah lingkungan di Ukraina.
Presentator yang menyampaikan materi tersebut adalah Ibu Iryna Yosenova. Ibu Iryna adalah dosen di State Tax University, Ukraina. Gelar akademik yang ia miliki adalah PhD pada bidang teknologi informasi. Latar belakang akademik dan profesi narasumber sangat relavan untuk diikuti para akademisi, baik yang ada di Universitas STEKOM maupun umum. Alasannya, narasumber memiliki gelar akademik dibidang teknologi informasi, yang mana hal itu sejalan dengan jurusan-jurusan yang ada di Universitas STEKOM. Masyarakat umum juga sangat relavan untuk menyimak materi ini, karena topik yang dibawakannya adalah tentang pengemasan start up dibidang IT. Dimana, dunia startup saat ini menjadi tren bisnis yang banyak bermunculan dan banyak juga mengalami kesuksesan besar.
Kegiatan webinar tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.

International Visiting Lecturer 2022 from Ukraine (Iryna Yosenova) – IT Startups Development – Part 2
Webinar International
Kembali ke Berita
Webinar International
Senin, 12 Desember 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat