Pertumbuhan ekomomi global yang melambat, selain mendatangkan tantangan tapi juga menimbulkan perubahan sikap terhadap pekerja, menurut presentator dari Singapura. Perubahan Sikap Terhadap Pekerja tersebut adalah :
> Perusahaan akan meningkatkan perampingan operasi: mencari pemimpin (pencipta) bukan manajer.
> Peluang: Kembangkan aset pelengkap: Mencari orang untuk bekerja dengan mereka, bukan untuk mereka.
> Aset pelengkap berkembang melalui kemitraan strategis (memahami pasar. Bukan buku teks. ).
> Gelar Universitas hanyalah sinyal dari kemampuan seseorang: Ini semua tentang kurva belajar.
> Lab terbaik untuk mahasiswa bisnis adalah pasar, bukan universitas.
> Kecerdasan Buatan adalah untuk memungkinkan orang-orang yang menciptakan pengetahuan (baru) eksklusif.
> Pekerja pengganti Al dan blockchain — terutama mereka yang memegang peran administratif.
> Pendidikan akan menjadi seperti perjalanan menemukan kemampuan seseorang.
Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial atau hanya disingkat AI, didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam komputer agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer, logika kabur, jaringan saraf tiruan dan robotika. Secara teknis, kecerdasan buatan adalah model statistik yang digunakan untuk mengambil keputusan dengan menggeneralisir karakteristik dari suatu objek berbasis data yang kemudian dipasang di berbagai perangkat elektronik.
Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi untuk informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh: mentransformasikan persamaan, menyelesaikan persamaan integral, atau membuat permainan catur. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika. Seperti contoh: Pengenalan Objek/Muka, bermain sepak bola.
Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku, pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI menyangkut pembuatan mesin dan program komputer untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian, perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering digunakan dalam bidang ekonomi, sains, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video game.
Materi tersebut disempaikan oleh presentator dari Singapore dalam webinar internasional dengan judul "Paradigm Shift - The World is Changing - Opportunity and Challenges - Challenges: Slow Global Growth - Opportunity: Greater Regional Cooperation" yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universiti Perlis Malaysia, Singapore University of social science, PTIC dan berbagai pihak lainnya. Nama presentator dari Singapore tersebut adalah Lee Khuay Khiang yang merupakan pengajar di Universitas STEKOM.
Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.

International Webinar 2022 - Busines culture, how to step forward - part 15
Webinar International
Kembali ke Berita
Webinar International
Senin, 9 Januari 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat