Akademisi Indonesia dari Universitas STEKOM dalam seminar internasional menjelaskan tentang pentingnya investor asing untuk mempelajadi budaya Indonesia sebelum mereka memutuskan untuk berinvestasi. Semua investor asing harus belajar tentang budaya bisnis suatu negara sebelum berinvestasi di sana. Sebagai pasar berkembang di Asia, Indonesia menghadirkan tantangan unik bagi orang asing yang ingin berinvestasi di Indonesia. Budaya bisnis negara dipengaruhi oleh faktor-faktor spesifik yang berkontribusi pada masyarakat dan birokrasi.
Kebanyakan orang Indonesia memiliki gaya komunikasi yang halus. Mereka cenderung mengatakan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka maksudkan dengan “sopan”. Beberapa orang Indonesia mungkin langsung, tetapi kehalusan adalah pola komunikasi umum yang sering ditemui oleh pekerja asing atau ekspatriat. Orang Indonesia juga cenderung kurang konfrontatif saat menyampaikan masalah.
Banyak ekspatriat menemukan bahwa berbicara secara penuh / frontal jarang berhasil di antara rekan-rekan Indonesia (kecuali dalam keadaan darurat). Mempelajari bahasa Indonesia dan lebih mudah didekati dalam gaya komunikasi seringkali lebih efektif.
Sama seperti orang Jepang, banyak orang Indonesia yang menjunjung tinggi martabat mereka. Kebanyakan tidak suka dikritik di depan umum, apalagi dipermalukan. Banyak kasus pengunduran diri atau gaya komunikasi yang buruk berasal dari rasa martabat yang rusak ini. Ekspatriat, terutama yang berasal dari negara dengan budaya yang lebih langsung, harus belajar untuk lebih berhati-hati dalam berkomunikasi.
Umumnya, mengkritik seseorang secara pribadi adalah cara yang efektif untuk memecahkan masalah skala kecil. Kritik pribadi terhadap individu yang pantas mendapatkannya akan menghindarkan semua orang dari kesan negatif.
Sementara banyak orang memilih untuk menjauhkan hubungan pribadi dari tempat kerja, tempat kerja di Indonesia tidak selalu kaku. Orang-orang menyukai jika Anda dapat menjalin koneksi menggunakan obrolan ringan atau makanan yang bersahabat. Memiliki sikap ramah dapat membantu ekspatriat untuk membentuk hubungan yang baik dengan rekan kerja dan pekerja. Mereka cenderung bekerja sama lebih baik dengan seseorang yang memiliki hubungan baik dengan mereka.
Salah satu kelemahan dari faktor ini adalah “pelanggaran privasi”. Beberapa orang Indonesia tidak segan-segan mengajukan pertanyaan yang mungkin dianggap pribadi di negara lain, seperti usia, status perkawinan, atau agama. Seorang pekerja asing atau ekspatriat perlu dipersiapkan untuk pertanyaan semacam itu.
Pendapat dan konsensus masyarakat tidak hanya penting di Indonesia. Mereka dipandang sebagai bagian dari budaya, ditandai dengan frasa seperti “musyawarah untuk mufakat” (secara harfiah berarti “diskusi untuk mencapai kesepakatan”). Ekspatriat harus menemukan cara untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan perusahaan tanpa mengganggu mayoritas.
Terkadang, faktor lain dapat memengaruhi konsensus, seperti pendapat pejabat senior. Kantor pemerintahan dan perusahaan di sektor formal masih mengutamakan senioritas seperti di Jepang. Namun, perusahaan berkembang dan startup mulai meninggalkan senioritas yang ekstrim.
Kebanyakan orang Indonesia memperhatikan penampilan dalam suasana formal. Bahkan di industri kreatif dengan suasana kerja yang lebih santai, pria dan wanita tetap diharapkan untuk mengenakan pakaian yang pantas. Biasanya, ini berarti jas atau setidaknya kemeja berkerah untuk pria, gaun, rok, dan celana sederhana untuk wanita, "denim kerja", dan tanpa pakaian tanpa lengan. Perusahaan tertentu (terutama di sektor formal) mengharapkan karyawannya mengenakan batik setiap hari Kamis atau Jumat.
Ekspatriat dan investor yang berkunjung ke Indonesia harus terhubung dengan seseorang yang dapat membantu mereka menjembatani kesenjangan budaya. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara berinvestasi di Indonesia, hubungi Smart Legal Consulting di Smartlegal.id. Layanan konsultasi bisnis memberikan layanan dan konsultasi tentang memulai bisnis atau berinvestasi di Indonesia.
Materi tersebut disempaikan oleh presentator dari Indonesia dalam webinar internasional dengan judul "UNDERSTANDING CROSS-CULTURAL BUSINESS COMMUNICATION" yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universiti Perlis Malaysia, Singapore University of social science, PTIC dan berbagai pihak lainnya. Nama presentator dari Malaysia tersebut adalah Ida Hindriyani, M.Hum yang merupakan pengajar di Universitas STEKOM.
Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.

International Webinar 2022 - Busines culture, how to step forward - part 9
Webinar International
Kembali ke Berita
Webinar International
Minggu, 8 Januari 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat