Kolaborasi :+62 888-888-6666
Stekom Logo
International Webinar 2022 -  Get to know the beauty of diverse culture between countries – Part 17

International Webinar 2022 - Get to know the beauty of diverse culture between countries – Part 17

Webinar International

Kembali ke Berita
Webinar International
Minggu, 29 Januari 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat

Akademisi Indonesia menjelaskan tentang makanan tradisional nasi goreng yang di katakan telah menggemparkan dunia dalam webinar internasional. Nasi goreng adalah makanan berupa nasi yang digoreng dan dicampur dalam minyak goreng, margarin, atau mentega. Biasanya ditambah dengan kecap manis, bawang merah, bawang putih, asam jawa, lada dan bahan lainnya; seperti telur, daging ayam, dan kerupuk. Ada pula nasi goreng jenis lain yang dibuat bersama dengan ikan asin yang juga populer di seluruh Indonesia.


Nasi goreng juga dikenal sebagai masakan nasional Indonesia. Nasi goreng banyak ditemukan di warung tepi jalan, gerobak penjaja keliling, hingga rumah makan dan meja prasmanan dalam pesta pernikahan di Indonesia. Pada tahun 2011, sebuah pemungutan suara di Internet yang diadakan oleh CNN International dan diikuti oleh 35.000 orang menempatkan nasi goreng pada peringkat dua dalam daftar '50 Makanan Terlezat di Dunia' setelah rendang.


Nasi goreng memiliki awal yang sama dengan versi nasi goreng lainnya; sebagai cara untuk menghindari pemborosan nasi. Menggoreng nasi dapat mencegah penyebaran kuman, bakteri, mikroba berbahaya, terutama dalam teknologi pra-pembekuan di Indonesia dan juga menghindari kebutuhan untuk membuang makanan yang berharga. Nasi goreng secara tradisional disajikan di rumah untuk sarapan dan secara tradisional dibuat dari nasi sisa dari malam sebelumnya. Selain bahan-bahan seperti bawang merah, tomat, paprika dan cabai, nasi goreng dengan potongan daging ayam atau sapi; biasanya sisa dari masakan daging ayam atau sapi.


Nasi goreng sering digambarkan sebagai modifikasi nasi goreng Indonesia dan dengan resep nasi goreng lainnya di Asia, telah disarankan untuk melacak asal-usulnya dari nasi goreng Tiongkok Selatan. Namun, tidak jelas kapan Indonesia mulai menerima nasi goreng Tiongkok dan membuat versi mereka sendiri. Perdagangan antara Tiongkok dan Kepulauan Indonesia berkembang sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sekitar abad ke-10 dan semakin intensif pada zaman Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-15. Pada saat itu para imigran Tiongkok mulai menetap di Kepulauan Nusantara, membawa serta budaya dan masakan mereka. Orang Tionghoa biasanya mendukung makanan panas yang baru dimasak, dan dalam budaya mereka adalah tabu untuk membuang bahan makanan yang belum dimakan. Akibatnya, nasi sisa hari sebelumnya sering dimasak kembali di pagi hari. Dahulu, Indonesia mungkin hanya nasi sisa yang dijemur untuk membuat intip atau rengginang (kerupuk nasi), nasi kering juga bisa digiling untuk membuat tepung beras.


Nasi goreng dianggap sebagai bagian dari budaya India selama era kolonial. Penyebutan nasi goreng muncul dalam kesusastraan kolonial Hindia Belanda, seperti dalam cerita murid Hidjo karya Marco Kartodikoromo, yang dimuat di surat kabar Sinar Hindia tahun 1918. Disebutkan dalam buku masak Belanda tahun 1925 Groot Nieuw Vollemenggali Oost Indisch Kookbook. Perdagangan antara Belanda dan Hindia Belanda pada saat itu telah meningkatkan popularitas nasi goreng ke dunia.


Setelah Indonesia merdeka, nasi goreng dianggap sebagai hidangan Nasional, meski secara tidak resmi. Itu ada di menu yang diperkenalkan, ditawarkan dan disajikan di Restoran Teater Indonesia 1964 di dalam paviliun Indonesia di pameran dunia New York. Howard Palfrey Jones, Duta Besar AS untuk Indonesia pada tahun terakhir pemerintahan Ir. Soekarno pada pertengahan 1960-an, dalam memoarnya “Indonesia: a dream possible”, mengatakan bahwa dia seperti nasi goreng. Dia menggambarkan keberaniannya untuk nasi goreng yang dimasak oleh Hartini, salah satu istri dari Soekarno, dan memujinya sebagai nasi goreng paling enak yang pernah dia rasakan.


Materi diatas disampaikan oleh presentator dari Indonesia dalam webinar internasional yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universitas dari Mexico, Ukraina, Ethiopia dan berbagai pihak lainnya. Nama presentator tersebut adalah Ahmad Zaenuri, M.Si yang merupakan seorang dosen sekaligus ketua program studi kewirausahaan di Universitas STEKOM. Judul presentasi yang dia sampaikan adalah "Introduce the culture, culinary, tourist attractions Of Indonesia As A Nation’s  Economic asset".


Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.