Kolaborasi :+62 888-888-6666
Stekom Logo
International Webinar 2022 -  Implementation Nano Technology in Food Industry - part 12

International Webinar 2022 - Implementation Nano Technology in Food Industry - part 12

Webinar International

Kembali ke Berita
Webinar International
Minggu, 15 Januari 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat

Dosen universitas STEKOM menjelaskan tentang perbedaan nanoscience dan nanotechnology. Kata Nanoscience mengacu pada studi, manipulasi dan rekayasa materi, partikel dan struktur pada skala nanometer (sepersejuta milimeter, skala atom dan molekul). Sifat penting dari bahan, seperti sifat listrik, optik, termal dan mekanik, ditentukan oleh cara molekul dan atom berkumpul pada skala nano menjadi struktur yang lebih besar. Selain itu, dalam struktur berukuran nanometer sifat-sifat ini seringkali berbeda dengan skala makro, karena efek mekanika kuantum menjadi penting.


Nanoteknologi adalah penerapan ilmu nano yang mengarah pada penggunaan bahan nano baru dan komponen berukuran nano dalam produk yang bermanfaat. Nanoteknologi pada akhirnya akan memberi kita kemampuan untuk merancang bahan dan produk yang dibuat khusus dengan properti baru yang disempurnakan, komponen nanoelektronika baru, jenis obat dan sensor "pintar" baru, dan bahkan antarmuka antara elektronik dan sistem biologis. Disiplin ilmiah yang baru lahir ini terletak pada antarmuka antara fisika, kimia, ilmu material, mikroelektronika, biokimia, dan bioteknologi. Oleh karena itu, penguasaan disiplin ilmu ini memerlukan pendidikan ilmiah akademik dan multidisiplin.


Nanosains dan nanoteknologi berada di garis depan penelitian modern. Perekonomian yang berkembang pesat di bidang ini membutuhkan para ahli yang memiliki pengetahuan nanosains yang luar biasa dikombinasikan dengan keterampilan untuk menerapkan pengetahuan ini dalam produk baru. Pendidikan ilmiah multidisiplin sangat penting untuk menyediakan industri dan lembaga penelitian dengan ahli berkualitas tinggi yang memiliki latar belakang umum dalam berbagai subdisiplin seperti elektronik, fisika, kimia, ilmu material, bioteknologi, dan pada saat yang sama menjadi ahli dalam satu bidang tertentu.


Nanosains dan nanoteknologi melibatkan kemampuan untuk melihat dan mengendalikan atom dan molekul individu. Segala sesuatu di Bumi terdiri dari atom—makanan yang kita makan, pakaian yang kita pakai, bangunan dan rumah yang kita tinggali, dan tubuh kita sendiri. Tapi sesuatu yang sekecil atom tidak mungkin dilihat dengan mata telanjang. Faktanya, tidak mungkin untuk melihat dengan mikroskop yang biasanya digunakan di kelas sains sekolah menengah. Mikroskop yang diperlukan untuk melihat sesuatu pada skala nano ditemukan pada awal 1980-an.


Begitu para ilmuwan memiliki alat yang tepat, seperti mikroskop penerowongan pemindaian (STM) dan mikroskop kekuatan atom (AFM), era nanoteknologi lahir. Meskipun nanosains dan nanoteknologi modern cukup baru, bahan berskala nano telah digunakan selama berabad-abad. Partikel emas dan perak berukuran alternatif menciptakan warna di jendela kaca patri gereja abad pertengahan ratusan tahun yang lalu. Para seniman saat itu hanya tidak tahu bahwa proses yang mereka gunakan untuk membuat karya seni yang indah ini ternyata menyebabkan perubahan komposisi bahan yang mereka kerjakan.


Ilmuwan dan insinyur saat ini menemukan berbagai cara untuk secara sengaja membuat bahan pada skala nano untuk memanfaatkan sifat mereka yang ditingkatkan seperti kekuatan yang lebih tinggi, bobot yang lebih ringan, peningkatan kontrol spektrum cahaya, dan reaktivitas kimia yang lebih besar daripada rekan mereka yang berskala lebih besar.


Materi diatas disampaikan oleh presentator dari Bangladesh dalam webinar internasional yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universitas dari Bangkadesh dan berbagai pihak lainnya. Nama presentator tersebut adalah Marastika Wicaksono Aji Bawono, S.Kom., M.M., M.Kom. ang merupakan dosen Universitas STEKOM, Indonesia.


Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.