Akademisi malaysia menjelaskan bahwa salah satu cara menahan resesi adalah dengan retool dan recharge. Meskipun tidak ada yang senang ketika ekonomi melemah, penurunan dapat membuka peluang untuk membuat bisnis Anda lebih kuat dan lebih menguntungkan. Mengubah masa sulit menjadi keuntungan.
Kehidupan seorang entrepreneur penuh dengan tantangan, dan tantangan terbesar adalah menyikapi dan beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Selama beberapa tahun terakhir, dunia bisnis telah berubah dengan pesat dan bahkan berubah lebih cepat. Ini merupakan tantangan bagi pengusaha di seluruh dunia untuk membuat amandemen yang diperlukan dalam teknologi dan proses bisnis. Tapi, mengapa bisnis perlu mengadopsi perubahan? Atau apa yang dapat dilakukan organisasi tentang hal ini? Artikel kecil yang berguna ini akan memberi Anda semua informasi yang diperlukan untuk berubah dengan dunia yang berubah dengan cepat.
Mengapa Organisasi Perlu Beradaptasi terhadap Perubahan? Untuk Mempertahankan Keunggulan Kompetitif. Stiffly competitive adalah kata yang tepat untuk menggambarkan tingkat persaingan dalam dunia bisnis. Persaingan ketat bukanlah hal yang mengejutkan bagi pemilik bisnis. Mereka selalu sibuk mencari cara baru untuk tetap kompetitif. Berubah dengan dunia bisnis membantu bisnis untuk bertahan dan menunjukkan kehadirannya. Contohnya adalah platform media sosial Facebook membuat perubahan secara berkala, mengapa? Meskipun menjadi salah satu situs web yang paling banyak dikunjungi, mengapa Facebook menghadirkan sesuatu yang baru untuk Anda secara berkala? Jawabannya adalah agar penggunanya tidak bosal dan untuk menjaga loyalitas pengguna.
Pelanggan bersifat switchy. Namun tantangan lain bagi pengusaha, kebutuhan pelanggan yang terus berubah. Memenuhi kebutuhan pelanggan sambil mengadaptasi perubahan adalah salah satu kunci keberhasilan. Beginilah cara bisnis mempertahankan pelanggan mereka yang sudah ada (dan terus menarik pelanggan baru) untuk waktu yang lama. Berbicara tentang pakaian olahraga, Adidas adalah hal pertama yang terlintas di benak setiap orang. Produsen pakaian olahraga terbesar di Eropa, terbesar kedua di dunia, Adidas memiliki identitas uniknya sendiri. Memahami kebutuhan, mengubah sesuai dan memberikan kualitas, inilah yang terbaik dari Adidas. Pernahkah Anda memperhatikan perubahan berkelanjutan yang dilakukan Adidas di lini produknya?
Pemenang adalah orang-orang yang berjuang untuk menjadi apa yang mereka bisa, dan akan berusaha keras untuk mencapai potensi mereka. Hasrat membara internal mendorong mereka untuk menjadi sukses. Mereka memiliki sikap positif dan dapat memfokuskan energi mereka. Mereka terstimulasi oleh tantangan untuk menciptakan masa depan yang mereka inginkan dan kemudian bertindak untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Menciptakan sikap pemenang dimulai dari menetapkan tujuan yang jelas, ringkas, dan dapat dicapai. Tujuan dari penetapan tujuan adalah untuk memberikan arah yang jelas dan untuk merencanakan dan mengatur acara dan kinerja dengan benar.
Langkah selanjutnya adalah membangun citra diri yang positif. Kita dapat mencapai ini melalui visi pribadi tentang pencapaian masa depan yang sukses, bertindak percaya diri, dan bersikap proaktif. Langkah lain termasuk memantau kinerja Anda terhadap target Anda, (setiap pekerjaan memiliki catatan Untung dan Rugi sendiri) karena ini akan memotivasi Anda untuk memberikan upaya ekstra jika Anda gagal mencapai tujuan yang terukur.
Terakhir, mengingatkan diri sendiri akan kemenangan Anda akan memperkuat sikap positif dan mempertahankan pola pikir pemenang. Ketika hasil tidak terwujud seperti yang direncanakan, sikap pemenang membantu untuk melihat ke waktu dan kesempatan berikutnya. Sikap adalah perbedaan antara tidak menang dan gagal. Seseorang hanya gagal ketika dia berhenti. Mencoba lagi berarti dia telah mempelajari satu cara di mana dia tidak dapat mencapai tujuan.
Materi diatas disampaikan oleh presentator dari Malaysia dalam webinar internasional yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universitas dari Malaysia, RRC dan berbagai pihak lainnya. Judul presentasi yang dibawakan presentator dari malaysia tersebut adalah "Recession-proof bussiness strategies 2023 : Malaysia's Economy Perspaective." .Nama presentator tersebut adalah Hafizah Abdul Rahim yang merupakan senior lecturer and research fellow centre of excellence for social innovation and sustainability faculty of bussiness and communication Universiti Malaysia Perlis.

International Webinar 2022 - Recession Proof business Strategies for 2023 – Part 16
International Webinar
Kembali ke Berita
International Webinar
Kamis, 19 Januari 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat