Kolaborasi :+62 888-888-6666
Stekom Logo
Membahas Aktifitas kewirausahaan dan tantangan para pendidik pada periode paska pandemi, dalam webinar internasional Universitas STEKOM

Membahas Aktifitas kewirausahaan dan tantangan para pendidik pada periode paska pandemi, dalam webinar internasional Universitas STEKOM

Webinar International

Kembali ke Berita
Webinar International
Minggu, 16 Oktober 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat

Pandemi virus covid 19 yang sedang kita alami ini membawa kita semua untuk masuk ke dunia baru yang didominasi oleh  teknologi. Pekerjaan kita lakukan dirumah, pembelajaran di sekolah melalui online, jual beli juga bergeser ke pasar online.  Pergeseran fenomena ini memunculkan peluang bagi mereka yang memiliki jiwa kewirausahaan tinggi.

Tak luput dari pergeseran paradigma tersebut, tenaga pendidik juga harus mampu mengarahkan mahasiswa untuk mulai memiliki jiwa kewirausahaan melalui usaha yang akan mampu bersaing dimasa depan. Melalui webinar internasional, Unversitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) mendatangkan narasumber dari 3 negara untuk memberikan materi dengan tema “Entrepreneurial Activities and the Challenges of Educators in the Post-Pandemic Period”. Sebagai nara sumber adalah Dr. Teona Grigolashvili; Prof. Givi Bedianashvili; Prof. Yan Qin; Mampuono,M.Kom dan Danang Hidayatullah,MM.  

Kreatifitas dalam berbisnis tidak hanya tergantung pada sector ekonomi, tapi lebih mengacu kepada seluruh aspek kehidupan, papar Prof. Givi Bedianashvili dari European University. Di era globalisasi dan perubahan teknologi yang sangat cepat, juga mulai mendorong munculnya produk-produk baru, imbuhnya.

Persaingan bisnis yang ketat, berani mengambil resiko saja tentu tidak cukup untuk bisa membuat suatu usaha bisa berhasil bersaing di pasar. Dalam membuat sebuah bisnis kita juga perlu untuk menjadi kreatif. Tidak bisa dipungkiri juga hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam berhasilnya membangun sebuah bisnis.

Kita harus mempunyai pemikiran yang kreatif dan unik untuk pengembangan bisnis kita dan segera mengiplementasikannya, karena kalau tidak, ide yang kita miliki bisa saja langsung diambil dan digunakan oleh orang lain. Di era teknologi yang sudah berkembang dengan pesat, orang-orang dapat dengan mudah menemukan dan mencari inspirasi ide-ide kreatif yang sudah banyak tersedia di internet.

Dalam membangun bisnis kita juga dituntut untuk berpikir kreatif karena di jaman yang modern ini, persaingan bisnis makin besar, masalah yang kita hadapi juga semakin beragam, jadi kita akan dihadapkan pada masalah yang membuat kita harus berpikir lebih kreatif dibanding pesaing bisnis kita. Tetapi masalahnya adalah kebanyakan orang berpikir bahwa diri mereka tidak kreatif, padahal itu hanya persepsi mereka saja. Sebenarnya semua orang kreatif, tetapi tergantung dari diri kita sendiri. Kreatifitas sama seperti keahlian lainnya, jika kita sering melatihnya tentu kita akan menjadi lebih kreatif.

Momen kebangkitan nasional dalam arti luas adalah ajakan untuk bersatu bangkit secara nasional dari permasalahan bangsa. Dalam kondisi saat ini, pandemi Covid-19 telah memberikan banyak dampak negatif selama dua tahun terakhir, termasuk dampak social distancing (jaga jarak sosial) akibat penerapan protokol kesehatan.

Dalam konteks pendidikan tinggi, implikasi tak terelakkan dari disrupsi sosial pandemi Covid-19 antara lain masalah berbagai bentuk penjangkauan, akses, dan penerimaan pembelajaran. Namun, berbagai upaya perintis masih terus dilakukan. Percepatan implementasi transformasi digital perguruan tinggi dan ekosistem pendukungnya dengan mencermati momen pandemi dua tahun, dinamika perkembangan teknologi yang beragam, dan kebutuhan untuk mengisi gap (kesenjangan) akses pembelajaran pendidikan tinggi.

Transformasi digital adalah transformasi multifaset dari bisnis atau organisasi, mulai dari sumber daya manusia, proses, strategi dan struktur, hingga adopsi teknologi untuk meningkatkan kinerja. Selama pandemi kita banyak diarahkan untuk bertransformasi dari media alami atau manual menuju pendekatan digital dalam berbagai aspek.

Lalu bagaimana para pendidik nantinya bersikap ketika pandemi akan berakhir. Pembiasaan digital selama pandemi, nantinya akan memerlukan penyesuaian lagi ketika pandemi benar-benar berakhir.  Para pendidik harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan tatap muka yang masih tetap terbiasa menggunakan media digital. Para pendidik, dimasa pendemi nanti juga harus membiasakan diri dengan protokol kesehatan yang lebih ketat ketimbang masa-masa sebelum adanya pendemi.


Webinar ini dilaksanakan pada tanggal 27 Maret 2021 dan berlangsung active selama 3jam yang ditutup oleh presentasi dari perwakilan ATIC, dan sesi Tanya jawab. Acara berlangsung cukup lancar dan disertai antusiasme peserta yang sangat tinggi. Tanya jawab dalam sesi seminar juga berjalan sangat meriah pada tiap-tiap narasumber yang diberikan kesempatan untuk diskusi.