Tahun 2020 sampai sekarang, semua Negara mengalami pandemic virus covid 19, hal ini berdampak pada segala aspek kehidupan masyarakat. Situasi pandemi menjadi halangan sekaligus tantangan dalam dunia karir dan industri, khususnya industri yang memiliki keterkaitan yang tinggi dengan teknologi. Dalam suasana pandemi Covid 19, teknologi banyak mengambil alih media dan peran manusia untuk memudahkan proses kegiatan sehari-hari yang biasa kita lakukan secara fisik. Situasi tersebut mengakibatkan bermunculan produk-produk teknologi baru, cara-cara baru, serta tradisi baru dalam hidup kita. Pendidikan dan perkembangan karir tak luput dari perubahan yang diakibatkan oleh perubahan paradigma akibat pandemi ini.
Universitas Sains dan Teknologi Komputer (Universitas STEKOM) berkolaborasi dengan Final Internasional University di Cyprus Utara, CECOS University of IT dan Emerging Sciences di Pakistan serta Ikatan Guru Indonesia menyelenggarakan webinar Internasional pada tanggal 23 Januari 2021, dengan judul “Link and match between education and industry and technology tranferance”. Seminar internasional ini diharapkan bisa menjadi salah satu bekal mahasiswa Universitas STEKOM agar setelah lulus nanti dapat bersaing dalam dunia karir secara internasional.
Dr. Kifayat Ulah menyampaikan bahwa sekarang, terdapat 23 juta pengembang bidang teknologi, dan diperkirakan akan menjadi 28 juta di tahun 2023-an imbuhnya. Hal ini jelas membuka lapangan pekerjaan baru, paparnya lagi. Informasi ini bisa menjadi salah satu bahan inovasi bagi tenaga pendidik untuk menyiapkan lulusan yang siap mengisi karir baru di bidang teknologi yang akan bermunculan di masa depan.
Perkembangan teknologi yang pesat saat ini pada akhirnya membuka peluang kerja baru. Jika dulu hanya segelintir saja profesi yang ditawarkan oleh bidang teknologi informasi, maka sekarang ada banyak pilihan yang bisa dipilih. Perusahaan pun semakin banyak membuka lowongan profesi di bidang teknologi informasi dari tahun ke tahun. Berikut adalah beberapa profesi dibidang pengembangan teknologi yang dapat dipersiapkan dimasa depan :
Software/Web Developer
Profesi di bidang teknologi yang pertama ialah software/web developer. Tugasnya meliputi riset, menentukan desain sebuah software, serta mengimplementasikannya sampai pada proses pengujian software maupun sistemnya. Profesi ini memang banyak dicari oleh perusahaan yang ingin mengembangkan bisnis dalam dunia digital. Bahkan, tak bisa dipungkiri lagi jika hampir semua perusahaan menggunakan perangkat lunak.
Hal itulah yang pada akhirnya membuat seorang yang berprofesi sebagai software developer dapat bekerja di banyak bidang. Misalnya saja pada industri media, ritel, pariwisata, hingga hiburan. Gaji rata-rata seorang web developer berkisar US$92,000 per tahunnya di skala global. Namun, tantangannya kita harus dituntut untuk mampu bertahan dalam tekanan. Khususnya deadline yang bisa saja meningkat seiring kebutuhan perangkat lunak sebuah perusahaan.
UI/UX Designer
Profesi ini mungkin sering kita dengar dari sekian profesi di bidang teknologi informasi. Pada dasarnya UI/UX designer bertugas bagaimana membuat sebuah produk yang sudah dibuat nampak menarik oleh mata. UI ini bertujuan untuk menampilkan interface yang seragam, seperti font, layout, maupun segi warnanya.
Lalu, UX merupakan sebuah proses membuat produk mudah digunakan dan pengguna menjadi lebih nyaman. Di sini, UX designer memiliki tugas untuk memastikan setiap proses berjalan dengan jelas dan logis. Pemahaman dan keterampilan yang diharuskan untuk bersaing dibidang profesi ini adalah pemahaman dan keterampilan menentukan perpaduan warna mana yang nyaman untuk audiens dan user.
Tak hanya itu, profesional dibidang UI/UX perlu jeli melihat detail font, gambar, dan warna agar pengguna menjadi nyaman. Gaji seorang UI/UX profesional pada level junior berkisar antara 4.5 Rupiah juta per bulannya.
Data Analyst
Tugas utama data analyst beragam dan selalu berkaitan dengan data. Mulai dari proses pengumpulan data, mengelola sebuah data, hingga menganalisis sebuah data yang telah terkumpul maupun yang berupa mentahan. Selanjutnya, data tersebut harus melalui proses visualisasi terlebih dahulu dan dianalisis menggunakan tools serta aplikasi lainnya.
Dengan begitu, data dapat dengan mudah dibaca dan dikomunikasikan dengan pihak lain. Profesi di bidang teknologi ini memang mengharuskan seorang data analist profeional untuk lebih jeli, terutama dalam berhitung maupun memahami beberapa bidang ilmu tertentu, utamanya matematika dan statistika. Kemampuan lain yang harus dimiliki seorang profesional data analist di antaranya adalah kemampuan analisis, pengetahuan bisnis, dan kemampuan dalam berkomunikasi.
Security Analyst
Selain data analyst, profesi di bidang teknologi informasi yang berhubungan dengan jaringan komputer ialah security analyst. Seperti namanya, seseorang yang menekuni profesi ini memiliki tanggung jawab dalam pengembangan sistem keamanan jaringan komputer di sebuah perusahaan maupun instansi.
Jika anda suka dengan tantangan dalam dunia teknologi informasi, profesi tersebut bisa dipilih. Anda akan selalu terpacu untuk menganalisis perkembangan kejahatan di dunia cyber. Anda pun wajib up to date mengenai strategi apa yang harus dijalankan. Para peretas pun selalu memiliki cara baru untuk membobol sistem keamanan perusahaan. Gaji yang diterima oleh seorang security analyst rata-rata berkisar pada US$86,170 per tahunnya.
Hardware Engineer
Profesi di bidang teknologi informasi selanjutanya adalah hardware engineer. Bila keempat profesi sebelumnya berkutat pada bidang perangkat lunak, maka hardware engineer bertanggung jawab pada pemeliharaan perangkat keras yang digunakan. Beberapa tugas penting yang dilakukannya antara lain mengkonfigurasi perangkat keras dalam komputer.
Begitu juga dengan desain mengenai tata letak pada sebuah perangkat komputer. Tujuannya tak lain untuk efisiensi. Namun, untuk menekuni profesi ini memang agak dibutuhkan kesabaran. Sebab, pekerjaannya cenderung monoton dan membuat seseorang bisa bosan bila tidak betah. Meski begitu, kamu akan mendapatkan ilmu baru terkait teknologi informasi terkini. Dari segi gaji, hardware engineer bisa mencapai US$100,920 per tahunnya.
Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa profesi di bidang teknologi informasi sangatlah prospek di masa mendatang. Perlu diingat juga kalau gaji profesi di bidang teknologi informasi akan terus meningkat bila memiliki skill serta gelar sarjana yang berhubungan. Jika kita tertarik untuk sukses menggeluti profesi-profesi di atas, maka bisa disiapkan dari sekarang. Diantara persiapan yang bisa menjadi pilihan tepat adalah kuliah pada Universitas yang menyediakan program strudi rumpun ilmu komputer atau teknologi informasi.
Event webinar internasional ini dihadiri oleh mahasiswa, dosen dan guru yang nantinya terlibat langsung dalam penerapan strategi institusi pendidikan dalam menciptakan sumber daya unggul yang siap dengan perubahan jaman yang sangat cepat. Beberapa narasumber yang berbicara dalam webinar internasional ini juga sekaligus sebagai profesional, sehingga dapat memberikan penjelasan yang empiris dan strategis sebagai bekal yang tepat bagi mahasiswa untuk berkarir secara internasional nantinya.
