Kolaborasi :+62 888-888-6666
Stekom Logo
Seminar Internasional “Digital Bussiness vs conventional bussiness” part 1 by Nur Irwan Ani Abdul Rahman

Seminar Internasional “Digital Bussiness vs conventional bussiness” part 1 by Nur Irwan Ani Abdul Rahman

Webinar International

Kembali ke Berita
Webinar International
Rabu, 26 Oktober 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat

Universitas STEKOM bertekad untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan aktifitas akademiknya ke tingkat internasional. Berbagai kegiatan akdemik internasional terus diadakan sebagai salah satu upaya untuk mengingkatkan kualitas dan jangkauan akademik institusi. Kali ini Universitas STEKOM mengadakan webinar internasional yang berjudul “Digital Bussiness vs conventional bussiness which more efficient and strategic in the world”. Pembicara dalam webinar ini ada yang berasal dari Indonesia, Malaysia, dan Ethiopia.

Diawal acara, Rektor Universitas STEKOM, Dr. Joseph M.Kom, memberikan ceramah sambutan. Dalam sambutannya, Dr. Joseph menyapa dan menyampaikan salam hangat kepada seluruh pembicara yang hadir dan tentunya juga kepada para peserta yang hadir secara online. Pembicara yang hadir dalam webinar internasional tersebut adalah Nur Irwan Ani Abdul Rahman yang berasal dari Malaysia, Dr. Kindya Issa yang berasal dari Ethiopia, dan Edy Jogatama yang berasal dari Universitas STEKOM, Indonesia. Dalam sambutan tesebut, rektor Universitas STEKOM juga pertanyaan pembuka untuk memantik pemabahasan yang menarik, “Apakah teknologi digital akan meningkatkan kinerja bisnis? Kita akan mempelajarinya dari berbadai narasumber yang hadir.”

Penjelasan Nur Irwan Ani tentang perbandingan antara bisnis berbasis konvensional dan bisnis berbasis digital sangat komprehensif. Dia menjelaskan bahwa digitalisasi akan terus terjadi ditengah-tengah kemapanan bisnis konvensional yang terganggu karena wabah Covid-19. Banyak hal yang menjadi tantangan dalam arus digitalisasi bisnis, namun secara umum semuanya tergantung pada bagaimana pemimpin peerusahaan mau mengelola bisnisnya. Digitalisasi bisa jadi akan menjadi masalah baru bagi perusahaan jika pengelolaan bisnis tidak dilakukan dengan baik. Namun digitalisasi juga bisa meningkatkan kinerja perusahaan jika dimanfaatkan dengan baik.

Namun demikian, digitalisasi bisnis merupakan hal yang penting diperhatikan bagi pengelola perusahaan. Jika hal tersebut tidak diperhatikan, bisa saja perusahaan akan mengalami ketertinggalan yang cukup signifikan dari tren bisnis yang berkembang saat ini. Banyak hal yang telah berhasil beralih dari teknik konvensional menjadi basis digital yang terjadi di lingkungan Indonesia. Misalnya Gojek yang berhasil mengkonversi sistem ojek konvensional menjadi ojek yang dikelola secara digital. Kinerja ojek digital terlihat jauh lebih tinggi dibanding ojek konvensional. Orang bisa memesan ojek dari berbagai tempat dan waktu dengan mudah. Dari sisi jangkuan dan efektifitas, ojek online sangat berhasil dalam meningkatan kinerja bisnis.

Dalam bidang penjualan, juga banyak yang menunjukkan bahwa adopsi sistem digital dapat meningkatkan penjualan yang sangat signifikan. Contohnya adala Shopee dan Lazada, kita lihat bahwa transaksi mereka sangat besar. Jangkauan transaksi mereka juga sangat luas. Hal itu menujukkan bahwa digitalisasi telah mengalami beberapa keberhasilan besar dalam beberapa bidang penting dalam bisnis.

Namun dalam sesi tanya jawab, Nur Irwan menegaskan bahwa, semua itu tergantung dengan menejemen yang dijalankan. Jika digitalisasi dijalankan dengan manajemen yang tidak baik, proses digialisasi justru bisa menjadi sumber masalah bisnis bagi perusahaan. Contoh digitalisasi yang yang justru bisa menjadi masalah bisnis adalah jika sumber daya manusia nya tidak siap menggunakan teknologi yang diadopsi. Kekacauan manajemen bisa saja terjadi ketika adopsi teknologi tidak berbarengan disertai dengan pelatihan yang baik untuk semua karyawan.

Namun demikian, Nur Irwan juga memberikan penjelasan bahwa potensi bisnis digital sangat besar. Diantaranya dalam bidang pemasaran adalah potensi pasar global yang lebih luas dengan memanfaatkan teknologi digital. Banyak target pasar yang lebih luas jika kita mengadopsi teknologi digital, tentunya dengan biaya yang lebih murah daripada sistem konvensional.

Diakhir penjelasannya, Nur Irwan membuat sebuah kesimpulan mengenai mana yang lebih baik antara bisnis konvensional dibanding bisnis digital. Menurutnya faktor yang paling mempengaruhi adalah bagaimana sang pengusaha mengelola bisnisnya. Kuncinya kita harus terbuka dengan teknologi digital tapi proses adopsinya harus dilakukan dengan manajemen yang baik.