Selanjutnya Tuan Wang Tao menjelaskan Landasan dan Kepemimpinan Pengembangan Turis Budaya Digital dalam Konteks Lebih Besar Tiongkok yaitu Kemajuan Teknologi. Saat ini, banyak inovasi teknologi yang diciptakan oleh negara Tiongkok seperti membangun waste-to-energy plant di Shenzhen. Hingga rencana peluncuran ChengDu artificial moon yang dapat menerangi malam dan menggantikan lampu jalanan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.
Judul presentasi yang disampaikan oleh Tuan Wang Tao adalah "DIGITAL TOURISM - Double Empowerment - Culture and Technology". Diawal presentasinya, Tuan Wang Tao menjelaskan bahwa Integrasi dan pengembangan inovatif dari ekonomi digital dan industri pariwisata budaya "Budaya dan Pariwisata Digital" merupakan proposisi zaman dan panggilan untuk inovasi dan ide strategis untuk pembangunan berkualitas tinggi. Budaya dan pariwisata digital bersifat terarah, global, trendi, terkemuka, dan mutakhir.
Tuan Wang Tao selanjutnya menjelaskan bahwa dengan putaran baru revolusi teknologi dan perubahan industri secara mendalam, ekonomi digital Tiongkok mempercepat integrasi dengan industri, terus-menerus memunculkan industri baru, model baru, model bisnis baru, menjadi kekuatan pendorong penting untuk mempromosikan transformasi dan peningkatan budaya pariwisata, pembangunan berkualitas tinggi, perkembangan digital pariwisata budaya telah menjadi tren.
Epidemi tajuk baru juga merupakan faktor dan variabel pengaruh yang penting. Kesiapan Tiongkok untuk bergerak maju lebih cepat pasca pandemi Covid-19 didasarkan pada kesigapan Negara ini mengantisipasi pandemi dan dampaknya bagi perekonomiannya.Terbukti, saat ini rasio kredit terhadap total PDBnya telah meroket dari 140% pada 2008 menjadi 290%. Di saat pertumbuhan kredit di negara lain terpantau stagnan, bahkan kontraksi, ada peluang perekonomian Tiongkok melaju lebih cepat. Di era normalisasi epidemi dan pasca-epidemi, integrasi teknologi tinggi, konten budaya, dan industri pariwisata tidak bisa dihindari dan lebih dekat.
Pasar konsumen China yang besar dan permintaan orang-orang untuk pengalaman yang dipersonalisasi, beragam, dan diwujudkan (seluruh tubuh dan pikiran, pengalaman imersif untuk semua indera) telah mempromosikan penerapan teknologi 5G, data besar, komputasi awan, Internet of Things, kecerdasan buatan, virtual realitas, augmented reality, blockchain dan teknologi informasi generasi baru lainnya di bidang pariwisata budaya.
Meskipun ekonomi Tiongkok melambat dalam beberapa tahun terakhir, karena tantang an demografis dan investasi yang me nurun, namun ekonominyadi perkirakan masih tumbuh berkisar 3% pada 2035. Di AS, produktivitas yang lamban terlihat menahan laju pertumbuhan menjadi sekitar 1% pada 2035.
Dalam proses mempromosikan pariwisata cerdas dan meningkatkan pengalaman budaya, China telah muncul "Gunung Yuntai Cerdas", "Perjamuan Malam Istana Tang", "Tur Su Xin", "Bersuara ke Gusu. "Sound in Gusu. Pingjiang Road", "5G Grand Canal", "Digital Forbidden City" dan sejumlah tempat pemandangan cerdas dan produk wisata budaya digital. Hal ini sejalan dengan kemajuan layanan interntet di Tiongkok.
Pariwisata, yaitu memiliki atribut budaya, juga memiliki atribut ekonomi; pariwisata termasuk dalam ekonomi budaya. Pengembangan pariwisata budaya digital Tiongkok akan mempromosikan rekonstruksi dan perubahan industri pariwisata Tiongkok, dan akan mendorong perkembangan dan kemajuan ekonomi, budaya, dan masyarakat Tiongkok. Dengan begitu, keduanya akan saling memberikan keuntungan dan saling menguatakan sebagai sebuah produk.

Webinar internasional 2022 – Implementasi budaya lokal pada teknologi modern part 19.
Webinar International
Kembali ke Berita
Webinar International
Senin, 28 November 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat