Karena industri manufaktur menghadapi
tantangan yang membayangi dengan sebagian besar tenaga kerja
terampilnya akan pensiun pada tahun 2030, teknologi inovatif
melangkah untuk menjembatani kesenjangan keterampilan yang akan
datang. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Deloitte, sekitar 22%
pekerja manufaktur terampil diperkirakan akan pensiun dalam dekade
berikutnya. Kekurangan bakat yang akan datang ini menghadirkan
tantangan yang mendesak bagi Produsen Peralatan Asli (OEM),
menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk berinvestasi dalam pelatihan
dan pengembangan tenaga kerja. Dalam skenario ini, Augmented Reality
(AR) dan Virtual Reality (VR) muncul sebagai alat yang ampuh untuk
membekali generasi pekerja berikutnya dengan keterampilan yang
diperlukan.
Teknologi AR dan VR telah
mengambil langkah signifikan dalam beberapa tahun terakhir, menemukan
aplikasi di berbagai industri. Di bidang manufaktur, mereka
menawarkan solusi transformatif untuk tantangan yang ditimbulkan oleh
tenaga kerja yang pensiun. Salah satu aplikasi yang luar biasa adalah
dalam memberikan pengalaman dan pelatihan virtual untuk fitur
internal kendaraan dan peralatan. Inovasi ini sangat bermanfaat bagi
pekerja yang memiliki pengetahuan atau keahlian sebelumnya yang
terbatas.
Di antara produk perintis di
ranah ini adalah Microsoft HoloLens, yang mewakili puncak kacamata
pintar bertenaga AR. Perangkat ini menawarkan instruksi yang dipandu
sendiri dan panduan di tempat kerja, memungkinkan pekerja untuk
dengan cepat memahami tugas yang rumit. Teknologi ini melapisi
informasi digital ke lingkungan dunia nyata, menciptakan pengalaman
pelatihan yang interaktif dan imersif. Misalnya, seorang pekerja yang
ditugasi dengan proses perakitan yang rumit dapat memakai HoloLens
dan menerima instruksi visual langkah demi langkah, mengurangi kurva
pembelajaran dan meminimalkan risiko kesalahan.
Beberapa kasus penggunaan yang
menarik menyoroti potensi AR/VR dalam mengatasi tantangan yang
ditimbulkan oleh kesenjangan keahlian di bidang manufaktur:
-
Bantuan Virtual Cukup Jelas: Teknologi AR/VR memberi pekerja bantuan
virtual, cukup jelas, mengurangi ketergantungan pada personel yang
berpengalaman. Karyawan baru dapat mengakses instruksi dan informasi
visual yang mendetail, memungkinkan mereka untuk memahami proses yang
rumit secara efisien.
- Mengurangi Waktu Pelatihan dan
Meningkatkan Produktivitas: Metode pelatihan tradisional seringkali
memerlukan investasi waktu yang substansial. AR/VR merampingkan
proses ini dengan menawarkan modul pelatihan yang interaktif dan
menarik. Ini tidak hanya mengurangi waktu pelatihan tetapi juga
meningkatkan produktivitas pekerja karena mereka memperoleh
pengalaman langsung melalui skenario simulasi.
- Kolaborasi
Jarak Jauh dan Dukungan Teknis: AR/VR memfasilitasi kolaborasi jarak
jauh dengan memungkinkan para ahli memberikan panduan dan dukungan
waktu nyata kepada pekerja di lokasi berbeda. Kemampuan ini sangat
berharga dalam skenario di mana bantuan langsung di tempat tidak
memungkinkan.
- Pemeliharaan dan Pemecahan Masalah: Teknologi
ini memberdayakan pekerja untuk melakukan tugas pemeliharaan dan
memecahkan masalah secara efektif. Dengan melapiskan anotasi digital
ke peralatan fisik, AR/VR memandu teknisi melalui prosedur perbaikan
yang rumit, meminimalkan waktu henti.
Kesimpulannya, teknologi AR/VR
sangat menjanjikan dalam merevolusi pelatihan tenaga kerja di sektor
manufaktur. Karena sebagian besar pekerja manufaktur terampil
mendekati masa pensiun, teknologi ini menawarkan solusi berwawasan ke
depan untuk mengatasi kesenjangan keterampilan yang akan datang.
Microsoft HoloLens dan inovasi serupa memberikan gambaran sekilas
tentang masa depan pelatihan, di mana pengalaman virtual dan panduan
interaktif menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran.
Dengan mengurangi waktu pelatihan, meningkatkan produktivitas,
memungkinkan kolaborasi jarak jauh, dan menyederhanakan prosedur
pemeliharaan, AR/VR berkontribusi pada tenaga kerja yang lebih gesit,
terampil, dan kompetitif yang siap menghadapi tantangan lanskap
manufaktur masa depan.
Materi di atas disampaikan
oleh seorang presenter dari Ukraina dalam webinar internasional yang
diselenggarakan oleh STEKOM University bekerja sama dengan Kuala
Lumpur University dari Malaysia dan Ukraina. Nama presenternya adalah
Omelianenko Vitalii. Dia adalah Doktor Ekonomi serta Associate
Professor dan kepala pusat proyek teknologi di Summy Makarenko State
University. Webinar internasional dilaksanakan pada tanggal 23 Mei
2023 yang dipandu oleh Ibu Novita. Media yang digunakan dalam seminar
internasional ini adalah zoom dan disiarkan langsung ke Youtube.
Acara berjalan dengan sangat baik dan cukup meriah ditandai dengan
banyaknya peserta yang mengikuti dan banyaknya pertanyaan yang
diajukan setelah pemateri selesai menyampaikan
presentasinya.
Kegiatan webinar internasional ini
merupakan bagian dari implementasi komitmen STEKOM University untuk
meningkatkan berbagai kegiatan internasional. Hal ini dilakukan dalam
rangka mewujudkan visi menjadi universitas berkelas internasional.
Berbagai kegiatan internasional yang dilakukan Universitas STEKOM
terus berlanjut dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang
berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak
berkelanjutan. Semua jenis kegiatan diakomodir secara internasional
dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.
