Bangunan 'hijau' adalah bangunan yang, dalam desain, konstruksi atau pengoperasiannya, mengurangi atau menghilangkan dampak negatif, dan dapat menciptakan dampak positif, terhadap iklim dan lingkungan alam kita. Selain bangunan hijau, subjek area rekayasa hijau lainnya adalah pembelian yang ramah lingkungan. Inovasi pemerintah ini melibatkan pencarian produk yang isi dan metode produksinya memiliki dampak sekecil mungkin terhadap lingkungan, dan mengamanatkan agar ini menjadi produk pilihan untuk pembelian pemerintah.
Subjek area rekayasa hijau lainnya pengolahan air limbah. Pengolahan limbah adalah mekanisme menghilangkan zat pencemaran yang terlarut didalam air melalui beberapa mekanisme. Secara umum hal ini bisa dilakukan dengan 3 cara, pengolahan fisik, pengolahan biologis dan pengolahan kimia.
Mekanisme 3 cara diatas dilakukan dengan tujuan menstabilkan dan menghilangkan zat pencemaran yang dapat berdampak buruk pada kualitas kesehatan lingkungan. Terutama pada seseorang saat air yang digunakan tidak higienis.
Beragam ancaman penyakit kerap muncul dari sumber air yang tercemar. Mulai dari diare, muntaber dan sebagainya. Untuk itu, pentingnya pengetahuan pengolahan air dapat memperkecil risiko tersebut, selain menjaga sumber air bersih tetap terjaga. Berikut penjelasan dari 3 metode atau cara penjernihan air limbah yang bisa dilakukan secara swadaya.
Pengolahan Air Limbah secara Fisik. Cara ini dilakukan secara penyaringan bertahap dengan media konsentrasi pengumpul air. Caranya dengan membuat sumur yang digunakan untuk mengumpulkan debit air. Selanjutnya proses penyaringan dilakukan dengan secara berkala dengan saringan kasar (untuk mengambil kotoran dalam bentuk lebih besar).
Selanjutnya proses penyaringan dilakukan dengan proses penangkapan pasir atau biasa dikenal dengan istilah Grit Chamber. Selanjutnya proses pengendapan dilakukan dua kali untuk memastikan zat pencemaran tak lagi ada di air.
Pengolahan Air Limbah secara Biologis.
Proses pengolahan air limbah secara biologis dapat dilakukan dengan tiga cara. Diantaranya dengan pengolahan Aerobik, Anaerobik dan kombinasi keduanya. Pengolahan Aerobik dilakukan dengan media dengan kandungan oksigen. Sementara anaerobik dapat dilakukan di media tanpa ber-oksigen.
Pengolahan air limbah secara aerobik dilakukan dengan media kolam arrasi. Dalam kolam tersebut disediakan media tempat tumbuh kembang bakteri pengurai. Bakteri pengurai dengan oksigen akan membuat proses filterisasi air berjalan secara bioligis, sehingga air bisa dapat digunakan lagi.
Proses anaerobik dilakukan dengan media aerasi tertutup. Karena bakteri yang dimanfaatkan dapat berkembang di lingkungan tanpa oksigen. Proses pengolahan limbah pada dasarnya hampir sama dan berjalan secara biologis.
Untuk mendapat manfaat keduanya, proses pengolahan air limbah dapat dilakukan secara kombinasi. Dengan media aerasi ber-oksigen dan di ruangan selanjutnya menggunakan media tertutup tanpa oksigen.
Pengolahan Air Limbah secara Kimia.
Seperti namanya, proses ini berjalan secara kimiawi dengan setidaknya tiga proses penjernihan. Diantaranya netralisasi, presipitasi serta koagulasi dan Flokulasi. Dibanding dua cara diatas, cara ini lebih komplek dengan penambahan konsentrat kimia.
Presentator webinar internasional Universitas STEKOM yang menyampaikan materi tersebut adalah Kefale Kebie Bishaw yang memiliki gelar akademik M.Sc dalam bidang Structural Engineering. Dia juga merupakan seorang dosen dan peneliti di Debre Tabor University yang terletak di kota Debre Tabor, Negara Ethiopia. Universitas STEKOM sudah beberapa kali mengadakan kerjasama dengan Universitas tersebut beberapa kali. Kali ini kegiatan internasional yang diadakan adalah webinar internasional yang berjudul "Advantage of Green Engineering".
Judul presentasi yang disampaikan oleh Bapak Kefale adalah "Advantage of Green Engineering / Technology". Diawal presentasinya, Bapak Kefale menjelaskan tentang outline dari presentasinya. Adapun outline yang disampaikan oleh Bapak Kefale ada beberapa poin berikut :
- Apa itu Rekayasa Hijau?
- Kategori Rekayasa Hijau,
- Faktor Pendorong Rekayasa Hijau,
- Manfaat dan Beberapa Keterbatasan,
- Kesimpulan dan saran.
Kegiatan webinar tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.

Webinar International 2022 - The advantage of green engineering part 14
Webinar International
Kembali ke Berita
Webinar International
Senin, 5 Desember 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat