Kolaborasi :+62 888-888-6666
Stekom Logo
Webinar International 2022 - The advantage of green engineering part 26

Webinar International 2022 - The advantage of green engineering part 26

Webinar International

Kembali ke Berita
Webinar International
Minggu, 11 Desember 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat

Penerapan green technology bisa dilakukan dalam berbagai bidang. Berikut ini adalah berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk menerapkan green technology, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan kerja. Mengingat konsep green technology untuk kehidupan maupun dunia industri tidak jauh berbeda, maka perilaku-perilaku berikut ini bisa diterapkan untuk berbagai bidang.

1. Menggunakan Energi Secara Bijak
Kamu pasti tahu kalau penggunaan energi berlebihan bisa menyebabkan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah global warming alias pemanasan global. Nah, salah satu cara menghindari hal ini adalah menjadi manusia bijak dalam menggunakan energi.

Contohnya, mencabut charger dari stopkontak setelah tidak digunakan, mematikan lampu di siang hari, menggunakan air secukupnya, dan hal-hal lainnya. Meski tampak sederhana, hal tersebut akan memberikan berbagai manfaat—baik bagi diri kita maupun lingkungan, jika dijalankan dengan baik.

2. Memakai Produk Ramah Lingkungan
Penerapan green technology lainnya adalah dengan membangun kebiasaan untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, saat berbelanja kita bisa membawa tas belanjaan sendiri daripada meminta plastik.

Dalam dunia industri, kita bisa memilih produk hardware yang ramah lingkungan untuk menjalankan aktivitas produksi. Produk-produk tersebut memiliki tanda khusus, yaitu berupa sticker energy star. Hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut mampu mengelola penggunaan energi secara baik dan wajar.

3. Melakukan Daur Ulang
Kegiatan mendaur ulang sesuatu, dalam kehidupan sehari-hari maupun industri, perlu dilakukan agar tidak ada lagi barang-barang sisa yang dibuang percuma. Misalnya, untuk berbagai perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan, bisa diproses menjadi sesuatu yang dapat dimanfaatkan kembali.

Jangan justru membuangnya sembarangan, dan membuat statusnya menjadi limbah elektronik. Hal ini, lama kelamaan bisa menyebabkan pencemaran lingkungan hingga radiasi. Tentunya perilaku ini sangat bertentangan konsep green technology.

4. Beralih ke Teknologi Digital
Ada banyak produk yang dalam proses pembuatannya membutuhkan banyak pemanfaatan sumber daya alam. Misalnya, buku. Kertas yang digunakan untuk mencetak buku asalnya dari pepohonan yang  telah diolah.

Jika pohon-pohon terus ditebangi, tentu hal tersebut memberikan ancaman kerusakan lingkungan. Oleh sebab itu, teknologi digital bisa menjadi alternatif untuk mengatasi masalah ini. Keberadaan buku cetak bisa dialihkan menjadi buku digital atau ebook.

Begitu pula dengan hal lain yang memungkinkan kita mengubah teknologi manual ke digital. Contohnya adalah penggunaan media penyimpanan digital atau cloud computing untuk meminimalkan penggunaan perangkat keras media penyimpanan. Meski tampak sederhana, hal-hal kecil seperti ini adalah awal mula yang baik.

Dari penjelasan diatas, dapat dilihat bahwa penerapan teknologi digital merupakan salah satu pilihan yang sangat ramah lingkungan. Dengan penerapan teknologi digital, maka penggunaan perangkat keras dan material fisik lainnya dapat dikurangi dengan signitikan. Jika penggunaan material fisik dapat dikurangi dengan baik, maka secara otomatis penghematan material fisik dapat dikurangi, bahkan dapat dihilangkan seperti penggunaan kertas karena sudah tidak perlu print fisik.


Presentator yang menyampaikan materi tersebut adalah Bapak Wibi Ardi Alvianto. Bapak wibi adalah dosen universitas STEKOM pada program studi Desain Grafis. Judul materi yang disampaikan adalah "The adavantage and disadvantage green engineering". Sebagai salah satu pilihan dalam rekayasa teknologi, tentu jenis rekayasa ini memiliki kelebihan sekaligus kekurangan.  Dengan memahami dua isu tersebut nantinya kita bisa memutuskan dan mengantisipasi dengan tepat jika nantinya memutuskan untuk menggunakan rekayasa hijau dalam proyeknya.


Kegiatan webinar tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.