Rekayasa hijau adalah desain, komersialisasi, dan penggunaan proses dan produk dengan cara yang mengurangi polusi, mendorong keberlanjutan, dan meminimalkan risiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan tanpa mengorbankan kelayakan ekonomi dan efisiensi. Rekayasa ramah lingkungan menganut konsep bahwa keputusan untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan dapat memiliki dampak dan efektivitas biaya terbesar jika diterapkan sejak awal, dalam fase desain dan pengembangan proses atau produk.
Ada beberapa definisi mengenai "Green engineering" yang perlu diperhatikan. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memahami green engineering.
- Istilah "Teknik" mengacu pada penerapan pengetahuan untuk tujuan praktis untuk memecahkan masalah.
- Green Engineering adalah penggunaan sains dalam perancangan, pembuatan, komersialisasi, dan penggunaan proses, produk, peralatan, dan sistem dengan cara yang :
Mengurangi polusi yang dihasilkan oleh konstruksi atau pengoperasian fasilitas,
Melestarikan lingkungan dan sumber daya alam,
Meminimalkan dan mengurangi dampak negatif dari aktivitas manusia,
Mempromosikan keberlanjutan, dan meningkatkan penggunaan materi dan energi di sepanjang siklus hidup produk dan proses,
* Mempertahankan efisiensi dan kelangsungan ekonomi.
- Sebagian orang menyebut Rekayasa Hijau sebagai Rekayasa lingkungan dan teknologi bersih.
- Target utama Rekayasa Hijau adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara tanpa menghabiskan atau merusak sumber daya alam di bumi dan juga kesehatan manusia dengan memproduksi produk yang ramah lingkungan.
- Terutama itu memberi penekanan pada:
- Inovasi dan tingkatkan konsep yang ada
- Mengubah pola produksi dan konsumsi untuk mengurangi polusi
- Membuat produk holistik dan dapat digunakan kembali
- Memanfaatkan teknik inovatif untuk menghasilkan produk ramah lingkungan a
Rekayasa hijau mendekati desain produk dan proses dengan menerapkan prinsip-prinsip yang layak secara finansial dan teknologi untuk mencapai satu atau lebih tujuan berikut: (1) penurunan jumlah polusi yang dihasilkan oleh pembangunan atau pengoperasian fasilitas, (2) minimalisasi paparan populasi manusia terhadap potensi bahaya (termasuk mengurangi toksisitas), (3) meningkatkan penggunaan materi dan energi sepanjang siklus hidup produk dan proses, dan (4) menjaga efisiensi dan kelayakan ekonomi. Rekayasa hijau dapat menjadi kerangka menyeluruh untuk semua disiplin desain.
Presentator webinar internasional Universitas STEKOM yang menyampaikan materi tersebut adalah Kefale Kebie Bishaw yang memiliki gelar akademik M.Sc dalam bidang Structural Engineering. Dia juga merupakan seorang dosen dan peneliti di Debre Tabor University yang terletak di kota Debre Tabor, Negara Ethiopia. Universitas STEKOM sudah beberapa kali mengadakan kerjasama dengan Universitas tersebut beberapa kali. Kali ini kegiatan internasional yang diadakan adalah webinar internasional yang berjudul "Advantage of Green Engineering".
Judul presentasi yang disampaikan oleh Bapak Kefale adalah "Advantage of Green Engineering / Technology". Diawal presentasinya, Bapak Kefale menjelaskan tentang outline dari presentasinya. Adapun outline yang disampaikan oleh Bapak Kefale ada beberapa poin berikut :
- Apa itu Rekayasa Hijau?
- Kategori Rekayasa Hijau,
- Faktor Pendorong Rekayasa Hijau,
- Manfaat dan Beberapa Keterbatasan,
- Kesimpulan dan saran.
Kegiatan webinar tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.

Webinar International 2022 - The advantage of green engineering part 9
Webinar International
Kembali ke Berita
Webinar International
Minggu, 4 Desember 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Dilihat