Collaborate With Us :+62 888-888-6666
Stekom Logo
Belajar Keputusan Berbasis Data untuk Manajer di Perusahaan Gaya Baru bersama Profesor Dutta dari Amerika Serikat Part 8

Belajar Keputusan Berbasis Data untuk Manajer di Perusahaan Gaya Baru bersama Profesor Dutta dari Amerika Serikat Part 8

Webinar International

Back to News
Webinar International
Thursday, November 3, 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views

Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat membantu dalam bisnis perusahaan. Namun demikian kalau kita tidak paham tipe teknologi yang dibutuhkan bisa saja kita akan salah memilih teknologi. Khususnya dalam bidang pengambilan keputusan untuk perusahaan terdapat salah satu produk teknologi informasi yang sangat membantu, yaitu sistem pendukung keputusan.


Usaha universitas STEKOM untuk memiliki jangkauan global diantaranya dengan mengadakan webinar dalam skala internasional. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sebuah webinar internasional yang diadakan oleh Universitas STEKOM yang salah satu narasumbernya adalah seorang profesor dari Amerika Serikat. Narasumber tersebut adalah Kaushik Dutta yang merupakan seorang Professor dan School Director di Universitas Florida Selatan. Profesor Dutta dalam presentasinya menyampaikan materi tentang sistem pendukung keputusan yang merupakan produk IT yang sangat berguna dalam bisnis perusahaan.


Materi yang disampaikan oleh profesor Dutta meliputi Framework, Applications for Business, Techniques, dan Infrastructure. Karena materi yang disampaikan cukup panjang, artikel berita yang membahas tentang presentasi Profesor Dutta kita bagi menjadi beberapa bagian. Saat ini kita memasuki part ke 8. Jika pembaca ingin tahu presentasi sebelumnya, silahkan lihat beberapa part sebelumnya pada judul artikel yang sama.


Bersambung dari part sebelum, kali ini kita membahas materi yang disampaikan oleh Bapak Mampuono. Bapak Mampuono yang merupakan salah satu tokoh organisasi guru profesional membahas mengenai tantangan karir di dunia kerja pada kondisi saat ini.


Bapak Mampuono di awal penjelasannya mengenai kondisi sekarang mengatakan bahwa pertumbuhan tenaga kerja mengalami pertumbuhan melebihi perkiraan. Ini akan menggusur 85 juta pekerjaan dalam lima tahun ke depan. Otomatisasi, seiring dengan resesi COVID-19, menciptakan skenario “gangguan ganda” bagi pekerja. Adopsi teknologi oleh perusahaan akan mengubah tugas, pekerjaan, dan keterampilan pada tahun 2025.


Survei: 43 persen bisnis ditetapkan untuk mengurangi tenaga kerja mereka karena integrasi teknologi , 41 persen berencana untuk memperluas penggunaan kontraktor untuk pekerjaan khusus tugas, dan 34 persen berencana untuk memperluas tenaga kerja mereka sebagai hasil dari integrasi teknologi. Lima tahun dari sekarang, pengusaha akan membagi pekerjaan antara manusia dan mesin secara kasar.


Seiring dengan berkembangnya ekonomi dan pasar kerja, peran baru akan muncul di seluruh ekonomi perawatan di bidang teknologi (seperti kecerdasan buatan—Al) dan dalam karier pembuatan konten (seperti manajemen media sosial dan penulisan konten). Profesi yang muncul mencerminkan permintaan yang lebih besar untuk pekerjaan ekonomi hijau; peran di garis depan data dan ekonomi Al; dan peran baru dalam rekayasa, komputasi awan, dan pengembangan produk. Pekerjaan yang akan datang menyoroti pentingnya interaksi manusia yang berkelanjutan dalam ekonomi baru melalui peran dalam ekonomi perawatan; di pemasaran, penjualan, dan produksi konten; dan dalam peran yang bergantung pada kemampuan untuk bekerja dengan berbagai jenis orang dari latar belakang yang berbeda.


Dimasa depan, peta kebutuhan kompetensi tenaga kerja akan mengalami sejumlah pergeseran. Pada tahun 2025, pemikiran analitis, kreativitas, dan fleksibilitas akan menjadi salah satu keterampilan yang paling dicari. Adapun bidang keahlian yang baru muncul tahun ini adalah keterampilan dalam manajemen diri, seperti pembelajaran aktif, ketahanan, toleransi stres, dan fleksibilitas.


Bisnis yang paling kompetitif akan fokus pada peningkatan keterampilan pekerja mereka. Untuk pekerja yang akan tetap dalam peran mereka selama lima tahun ke depan, hampir setengahnya akan membutuhkan pelatihan ulang untuk keterampilan inti mereka. Sektor publik perlu memberikan dukungan yang lebih kuat untuk pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan bagi pekerja yang berisiko atau pekerja yang dipindahkan. Saat ini, ada 21 persen bisnis melaporkan dapat menggunakan dana publik untuk mendukung karyawan mereka melalui inisiatif pelatihan ulang. Sektor publik harus memberikan insentif untuk investasi di pasar dan pekerjaan masa depan, menawarkan jaring pengaman yang lebih kuat bagi pekerja yang dipindahkan selama transisi pekerjaan, dan menangani perbaikan sistem pendidikan dan pelatihan yang telah lama tertunda.


Pekerjaan jarak jauh juga akan hadir semakin banyak dimasa depan. Sekitar 84 persen pengusaha siap mendigitalkan proses kerja dengan cepat, termasuk perluasan kerja jarak jauh yang signifikan. Pengusaha mengatakan ada potensi untuk memindahkan 44 persen tenaga kerja mereka untuk beroperasi dari jarak jauh. Namun, 78 persen pemimpin bisnis mengharapkan beberapa dampak negatif pada produktivitas pekerja, dan banyak bisnis mengambil langkah untuk membantu karyawan mereka beradaptasi.


Berikutnya Bapak Mampuono menyampaikan tentang strategi karir yang sebaiknya dilakukan oleh siswa. Berikut ini adalah list saran yang disampaikan olehnya :
- Menjadi pembelajar sejati sepanjang hayat dan melek huruf (Bahasa, numerik, digital, sains, keuangan, budaya, dan keragaman).
- Menjadi pengambil keputusan yang baik dalam memilih karir masa depan yang paling sesuai dengan minat dan bakatnya.
- Mempersiapkan diri menghadapi era baru dengan keterampilan yang dibutuhkan (hard skills, soft skills dan after skills).
- Meningkatkan pemikiran analitis, kreativitas, dan fleksibilitas yang akan menjadi salah satu keterampilan yang paling dicari.
- Meningkatkan keterampilan dalam manajemen diri, seperti belajar aktif, ketahanan, toleransi stres, dan fleksibilitas.


Tidak hanya siswa yang diberikan saran oleh Bapak Mampuono, tapi dia juga menyampaikan saran strategi yang bisa dilakukan oleh guru :
- Menjadi pembelajar sejati sepanjang hayat.
- Mempersiapkan menghadapi era baru dengan keterampilan yang dibutuhkan.
- Gurupreneurship Global.
- Model yang baik dalam hard skill, soft skill dan after skill.
- Mengembangkan program Adaptive Solution bekerjasama dengan perusahaan dan bidang industri dalam “perkawinan yang kuat dan abadi”.