Sistem perpajakan preferensial di bawah kondisi darurat militer dan manfaat pajak untuk pengusaha swasta yang dimobilisasi yang ada di ukraina diatur sedemikian rupa sehingga bisa dijalankan dengan baik. Dibawah agresi Rusia yang terus berlangsung, penyelenggaraan pajak di Ukraiana diupayakan terus berjalan dengan baik. Namun demikian, sesuai dengan realitas yang ada, ada sejumlah pelonggaran pajak kepada pihak-pihak yang berkonstribusi dalam perang tersebut.
Bagaimana pelaksanaan sistem perpajakan yang ada di Ukraina dalam kondisi perang? Akademisi dari universitas negeri di Ukranina telah memberikan penjelasan yang sangat jelas dan menarik dalam seminar Internasional yang diadakan Universitas STEKOM. Judul Presentasinya adalah "Pajak lokal: sistem perhitungan dan pembayaran di bawah kondisi darurat militer di Ukraina". Nama akademisi dari Universitas Negeri dari Ukraina tersebut adalah Valentyna Borkovska. Dia memiliki gelar PhD dalam bidang Economics. Ibu Valentyna menjabat sebagai Associate Professor Educational and Scientific Institute pada departemen Akuntansi, Bisnis dan keuangan, di Universitas Negeri Podilia.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Intenasional Universitas STEKOM.
Bu Valentyna menjelaskan bahwa peraturan-peraturan perpajakan di Ukraina dilonggarkan kepada warganya yang terlibat dalam perang. Pengusaha swasta yang dimobilisasi dibebaskan dari perhitungan dan pembayaran pajak penghasilan pribadi dan pajak tetap, serta dari pelaporan. Ini diatur oleh Klausul 25, ayat 10 dari Kode Pajak Ukraina. Ketentuan ini untuk mendukung kepentingan negara yang lebih prioritas, yaitu untuk memenangkan perang.
Personel militer yang dimobilisasi yang tidak menggunakan tenaga kerja pekerja upahan dibebaskan dari pembayaran kontribusi sosial tetap untuk diri mereka sendiri selama seluruh masa dinas militer dan dari penyerahan laporan. Dengan begitu, personel militer yang sedang bertugas bisa fokus dengan tugas peperangannya dan tidak terbebani dengan tanggung jawab pajak.
Pada saat yang sama, dalam kondisi masa perang, semua entitas bisnis dibebaskan dari tanggung jawab keuangan atas pelanggaran pajak dan pelanggaran undang-undang lainnya, kontrol kepatuhan yang dipercayakan kepada otoritas pengendali sehubungan dengan terjadinya keadaan force majeure yang disertifikasi oleh Kamar. Perdagangan dan Industri Ukraina (klausul 112.8.9 dari Kode Acara Perdata) yang telah dimulai sejak 24 Februari. Peraturan tersebut memperjelas kebijakan negara secara hukum agar meyakinkan warganya yang memiliki kontribusi pada peperangan yang terjadi.
Penjelasan mengenai peraturan khusus perpajakan dimasa perang ini menjadi penjelasan terakhir di Ibu Valentyna. Diakhir presentaisnya Ibu Valentyna menyampaikan terimakasih dan harapannya kepada seluruh peserta yang hadir. Dia mempersilahkan kepada peserta jika ingin berkunjung ke Ukraina dan menikmati berbagai tempat menarik yang ada.
Ibu Valentyna juga menyampaikan bahwa negaranya sangat terbuka untuk bekerjasama dalam berbagai didang, utamanya pendidikan. Dirinya juga mengatakan kesediannya untuk bekerjasama lebih lanjut di kemudia hari dengan Universitas STEKOM dan berbagai Universitas lainnya di Indonesia. Setelah sesi presentasi, dia juga mempersilahkan peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan diskusi, terutama mengenai sistem perpajakan di Ukraina, baik yang berjalan pada saat tidak perang, maupun yang berjalan saat perang.

Dosen tamu dari Universitas Negeri Podilia Ukraina 2022 mengajar pengelolaan pajax pada dimasa perang Ukraina Part 8
Webinar International
Back to News
Webinar International
Monday, November 14, 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views