Collaborate With Us :+62 888-888-6666
Stekom Logo
International Webinar 2022 -  Busines culture, how to step forward - part 1

International Webinar 2022 - Busines culture, how to step forward - part 1

Webinar International

Back to News
Webinar International
Tuesday, January 3, 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views

Gross Domestic Product (GDP) juga disebut dengan Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur kondisi perekonomian suatu negara. Diambil dari situs resmi Badan Pusat Statistik, GDP menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode tertentu. GDP pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara. Atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit perekonomian. Secara singkat, GDP menjadi salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.

Untuk menghitung angka-angka PDB ada tiga pendekatan yang dapat digunakan, yaitu:

- Pendekatan produksi
GDP adalah jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatau negara dalam jangkan waktu tertentu (biasanya dalam satu tahun).

Unit-unit produksi tersebut dalam penyajian ini dikelompokkan menjadi 9 sektor, yaitu:
-- Pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan. Pertambangan dan penggalian.
-- Industri pengolahan.
-- Listrik, gas, dan air bersih.
-- Konstruksi.
-- Perdagangan, hotel, dan restoran.
-- Pengangkutan dan komunikasi.
-- Keuangan, real estate, dan jasa perusahaan.
-- Jasa-jasa pelayanan pemerintah.

- Pendekatan pendapatan
GDP merupakan jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Balas jasa faktor produksi yang dimaksud adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan. Semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung. Di sini, GDP mencakup pnyusutan dan pajak tidak langsung neto.

- Pendekatan pengeluaran
PDB adalah semua komponen permintaan akhir yang terdiri dari:

-- Pengeluaran konsumsi rumah tangga
Pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan pengeluaran atas barang dan jasa oleh rumah tangga untuk tujuan konsumsi. Rumah tangga menjadi pengguna akhir dari berbagai jenis barang dan jasa yang disediakan dalam perekonomian suatu negara. Rumah tangga didefinisikan sebagai individu atau kelompok individu yang tinggal bersama dalam suatu bangunan tempat tinggal. Mereka mengumpulkan pendapatan, memiliki harta dan kewajiban, serta mengkonsumsi barang dan jasa secara bersama-sama utamanya kelompok makanan dan perumahan.

-- Pengeluaran konsumsi pemerintah
Merupakan nilai seluruh jenis output pemerintah dikurangi nilai output untuk pembentukan modal sendiri dikurangi nilai penjualan barang atau jasa ditambah nilai barang atau jasa yang dibeli dari produsen pasar untuk diberikan pada rumah tangga secara gratis atau dengan harga yang tidak signifikan secara ekonomi.


- Pembentukan modal tetap bruto
Didefinisikan sebagai pengeluaran unit produksi untuk menambah aset tetap dikurangi dengan pengurangan aset tetap bekas. Disebut sebagai pembetukan modal tetap bruto karena menggambarkan penambahan serta pengurangan barang modal pada periodw tertentu.

Barang modal memiliki usia pkai lebih dari satu tahun dan akan mengalami penyusutan atau istilahnya "bruto". Penyusutan atau konsumsi barang modal menggambarkan penurunan nilai barang modal yang digunakan pada proses produksi secara normal selama satu periode.

- Inventori
Persediaan yang dikuasai oleh unit yang menghasilkan untuk digunakan dalam proses lebih lanjut, dijual, atau diberikan pada pihak lain. Bisa juga diartikan sebagai persediaan yang berasal dari pihak lain, yang akan digunakan sebagai input atau dijual kembali tanpa mengalami proses lebih lanjut.

- Ekspor-impor
Secara umum konsep ekspor-impor luar negeri mengacu pada System of National Accounts (SNA) 1933. Transaksi ekspor barang didefinisikan sebagai transaksi perpindahan kepemilikan ekonomi atas barang dari residen suatu wilayah provinsi tyerhadap pelaku ekonomi luar negeri.


Materi tersebut disempaikan oleh presentator dari Malaysia dalam webinar internasional dengan judul "Bussines culture : how to step forward " yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universiti Perlis Malaysia, Singapore University of social science, PTIC dan berbagai pihak lainnya. Nama presentator dari Malaysia tersebut adalah DR MOSD SHAHIDAN SHAARI yang merupakan pengajar di Faculty of Applied and Human Science Universiti Malaysia Perlis.


Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.