Akademisi Indonesia mempresentasikan tentang bagaimana meminum gong fu tea secara scintific yang merupakan tradisi dari Tiongkok dalam webinar internasional yang diadakan bersama Universitas STEKOM. Budaya teh Tiongkok sudah ada lebih dari 3.000 tahun, berkembang di Dinasti Tang ketika dilihat sebagai cerminan dari kebangsawanan, pendidikan, dan kehalusan. Gong fu cha adalah upacara minum teh tradisional Tiongkok yang melibatkan persiapan ritual dan penyajian teh — teknik praktik yang digunakan oleh para ahli untuk benar-benar menghargai nuansa teh yang nikmat.
Meskipun gong fu cha membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperoleh pengetahuan dan latihan untuk dikuasai, Yang percaya bahwa ini adalah sesuatu yang dapat diikuti dan dipelajari oleh setiap orang untuk dihargai. “Sampai titik tertentu, gong fu cha adalah ilmu, lalu sisanya adalah seni dan pengalaman pribadi, dan terserah preferensi pembuat teh.
Gong fu cha adalah ilmu sekaligus seni. Ini tentang menciptakan suasana di mana seseorang dapat bersantai dan menikmati ritual minum teh. Kami melukis gambar di meja teh dengan perlengkapan teh dan musik yang indah, serta elemen dekoratif lainnya seperti vas bunga, bonsai, atau bahkan kerikil halus.
Tiga faktor utama yang berkontribusi pada penyeduhan akhir: jumlah daun teh yang digunakan, suhu air, dan waktu yang dibutuhkan untuk menyeduh teh. Faktor keempat, saya selalu yakin, adalah suasana hati pembuat teh. Daun teh memiliki kehidupan di dalamnya dan kita harus menggunakan hati kita untuk menyeduh secangkir teh yang enak.
1. Tempatkan cangkir teh, cangkir saji dan tempat menyeduh (teko atau cangkir tertutup) di atas nampan teh.
2. Didihkan air dalam ketel. Air dari mata air adalah yang terbaik, tetapi air ledeng menghasilkan teh yang lebih baik daripada air suling yang kekurangan mineral dan akan menghasilkan minuman dengan rasa yang datar.
3. Tuangkan air mendidih ke atas dan ke dalam cangkir dan bejana untuk membilas dan menghangatkannya.
4. Tempatkan sekitar 5g daun teh ke dalam bejana penyeduh dan tuangkan air mendidih hingga meluap. Menuangkan air dari ketinggian yang lebih tinggi memungkinkan daun berputar dan bercampur dengan baik dengan air. Gunakan tutup panci atau penutup cangkir untuk mendorong busa atau potongan kecil daun yang mungkin mengapung ke permukaan.
5. Gunakan infus pertama ini untuk membilas dan menghangatkan cangkir saji dan cangkir teh, tuangkan sisanya. Infus teh pertama membantu daun kering melembutkan dan melepaskan rasanya.
6. Isi bejana penyeduh dengan air mendidih tepat di atasnya, tutupi dan tuangkan lebih banyak air panas ke atas teko agar suhunya tetap tinggi.
7. Biarkan teh terendam selama sekitar 20-30 detik lalu tuangkan ke dalam cangkir saji, hingga wadah penyeduh menetes hingga kering. Ini agar cita rasa seduhan berikutnya tidak terpengaruh oleh teh sisa.
8. Tuangkan teh dari cangkir saji ke dalam cangkir teh individu dengan ketinggian rendah agar aromanya tidak menyebar.
9. Cium dan cicipi tehnya, pertama dengan seteguk kecil lalu seteguk lebih besar, pegang di berbagai bagian mulut dan lidah Anda untuk merasakan rasa teh yang lengkap.
10. Untuk seduhan berikutnya, ulangi proses dari langkah 6. Teh halus seperti teh hijau hanya dapat diseduh hingga tiga seduhan sedangkan teh merah dapat diseduh enam atau tujuh kali.
Materi diatas disampaikan oleh presentator dari Tiongkok dalam webinar internasional yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universitas dari Mexico, Ukraina, Ethiopia, Tiongkok dan berbagai pihak lainnya. Nama presentator tersebut adalah Xiaobo yang berasal dari negeri Tiongkok.
Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.

International Webinar 2022 - Get to know the beauty of diverse culture between countries – Part 29
Webinar International
Back to News
Webinar International
Thursday, February 2, 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views