Akademisi dari Malaysia menyatakan bahwa resesi tidak tiba di setiap lokasi di seluruh negara pada waktu yang sama. Resesi ekonomi adalah salah satu hal yang paling ditakutkan oleh setiap negara. Karena hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi yang terjadi di dalam negara tersebut sedang mengalami kelesuan. Banyak negara-negara di belahan dunia khawatir terjadi resesi yang diprediksi akan terjadi di tahun 2023.
Resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Selama resesi, ekonomi berjuang, orang kehilangan pekerjaan, perusahaan membuat lebih sedikit penjualan dan output ekonomi negara secara keseluruhan menurun.
Para ahli menyatakan resesi terjadi ketika ekonomi suatu negara mengalami: produk domestik bruto negatif (PDB) negatif meningkatnya tingkat pengangguran penurunan penjualan ritel ukuran pendapatan manufaktur yang berkontraksi untuk periode waktu yang panjang Resesi dianggap sebagai bagian tak terhindarkan dari siklus bisnis yang terjadi dalam perekonomian suatu negara.
Dampak ekonomi saat terjadi resesi sangat terasa dan efeknya bersifat domino pada kegiatan ekonomi. Semisal ketika investasi anjlok saat resesi, maka secara otomatis akan menghilangkan sejumlah lapangan pekerjaan yang membuat angka pemutusan hubungan kerja (PHK) naik signifikan. Produksi atas barang dan jasa juga merosot sehingga menurunkan PDB nasional. Jika tak segera diatasi, efek domino resesi akan menyebar ke berbagai sektor. Efek tersebut bisa berupa macetnya kredit perbankan hingga inflasi yang sulit dikendalikan atau sebaliknya terjadi deflasi. Juga, neraca perdagangan yang minus dan berimbas langsung pada cadangan devisa. Dalam skala riil, banyak orang kehilangan rumah karena tak sanggup membayar cicilan, daya beli melemah. Lalu, banyak bisnis terpaksa harus gulung tikar.
Resesi jelas bukanlah kondisi yang menguntungkan bagi perekonomian. Saat resesi ekonomi terjadi hampir semua jenis bisnis baik yang berskala besar maupun berskala kecil akan terkena dampaknya. Hal ini kemudian akan diperparah lagi dengan kondisi kredit yang kian ketat, dimana permintaan atau pengajuan permohonannya menurun atau menjadi lebih lambat, sehingga menciptakan kekhawatiran, ketidakpastian dan ketakutan secara umum. Resesi Ekonomi sendiri tidak hanya berpengaruh terhadap pemerintah, tetapi juga perusahaan maupun kehidupan individu,
Ketika ada banyak pengangguran dalam suatu negeri, maka akan terjadi penurunan pada daya beli masyarakat yang akan berdampak pada kemerosotan bisnis. Selain itu, pada kondisi tersebut juga akan ada banyak orang yang terpaksa harus kehilangan rumah karena sudah tidak lagi bisa membayar cicilan rumahnya. Sedangkan untuk mereka yang baru lulus pendidikan, mereka akan menjadi lebih sulit dalam memperoleh pekerjaan yang baik akibat banyak perusahaan yang sedang mengalami rasa sulit.
Materi diatas disampaikan oleh presentator dari Malaysia dalam webinar internasional yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universitas dari Malaysia, RRC dan berbagai pihak lainnya. Judul presentasi yang dibawakan presentator dari malaysia tersebut adalah "Recession-proof bussiness strategies 2023 : Malaysia's Economy Perspaective." .Nama presentator tersebut adalah Hafizah Abdul Rahim yang merupakan senior lecturer and research fellow centre of excellence for social innovation and sustainability faculty of bussiness and communication Universiti Malaysia Perlis.
Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.

International Webinar 2022 - Recession Proof business Strategies for 2023 – Part 8
Webinar International
Back to News
Webinar International
Tuesday, January 17, 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views