Bapak Tsotne dari Universitas Bisnis dan Teknologi Georgia pada kuliah tamu 07 Juni 2022 di Universitas STEKOM selanjutnya menjelaskan tentang model kepercayaan bertumpuk. Tumpukan kepercayaan yang paling atas adalah kepercayaan terhadap sebuah ide. Adapun tumpukan kepercayaan dibawahnya adalah kepercayaan terjadap platform atau perusahaan. Dan yang menjadi tumpukan kepercayaan yang paling bawah adalah kepercayaan kedalam individu atau pengguna produk dari perusahaan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Intenasional Universitas STEKOM.
Dalam kuliah tamu tersebut Bapak Tsotne menyampaikan materi perkuliahan tentang bagaimana membangun kepercayaan pada platform digital. Diawal perkenalannya Bapak Tsotne menyampaikan bahwa namanya cukup aneh bagi orang di luar Georgia, karena ejaanya cukup suli diucapkan. Dia juga menampilkan visual perkiraan jarak antara kota Semarang sampai ke Georgia yang jaraknya berkisar 8.500-an kilometer. Sebagai ramah tamah, Bapak Tsotne juga memberikan pertanyaa ringan kepada peserta. Apakah Georgia itu termasuk Eropa atau bukan? Tanya Tsotne. Dalam penjelasannya, Georgia kadang disebutkan ada di wilayah Eropa, kadang disebutkan ada di wilayah Asia, Atau kadang disebutkan ada di wilayah kaukasus.
Kepercayaan adalah keyakinan individu akan kebaikan individu atau kelompok lain dalam melaksanakan tugas dan kewajiban untuk kepentingan bersama. Kepercayaan terhadap ide menajadi salah satu hal yang sangat penting dalam konstruksi sistem kepercayaan secara umum. Jika sebuah ide mendapatkan porsi kepercayaan yang baik di masyarakat atau organisasi, maka ide tersebut dapat dieksekusi dengan baik. Namun sebaliknya, jika sebuah ide tidak mendapatkan kepercayaan yang baik oleh lingkungannya, maka ide tersebut tidak akan mendapatkan kesempatan yang baik untuk dieksekusi. Maka manjadi hal yang sangat penting untuk membangukitkan kepercayaan terhadap sebuah ide, dimana salah satunya adalah menghadirkan pembutkian terhadap ide-ide tersebut memiliki banyak keberhasilan pada waktu-waktu sebelumnya atau pada waktu yang akan datang.
Kepercayaan telah lama memberikan kemampuan kepada individual, lembaga, dan perusahaan untuk mendominasi percakapan, merealisasikan visi-misi, dan memaksimalkan bisnis mereka. Namun, karakteristik kepercayaan mengalami perubahan secara global pada era ekonomi digital. Kita juga bersedia menyetorkan modal untuk berinvestasi pada sebuah perusahaan yang sama sekali belum pernah kita kunjungi, melalui aplikasi trading saham online buatan perusahaan yang belum pernah kita kunjungi juga. Kepercayaan publik beralih ke platform digital dan teknologi yang melatarbelakanginya. Konsekuensinya, kita memerlukan strategi baru untuk mengevaluasi dan membangun kepercayaan secara efektif guna memenangkan persaingan di era digital. Oleh karena itu, kepercayaan terhadap perusahaan saat ini menjadi pondasi yang pentig dalam rangka membangun sistem kepercayaan yang diperlukan dalam bisnis.
Tumpukan kepercayaan yang terakhir adalah kepercayaan pengguna. Bagi bisnis penting untuk meyakinkan pengguna dan menjaga kepercayaan mereka. Bukan situasi yang mudah. Butuh membangun integritas dan kredibilitas di beberapa area untuk mendapatkan kepercayaan pengguna. Mungkin bisnis bisa mulai memperhatikan beberapa area untuk fokus membangun kepercayaan dari sana.
Area yang pertama adalah perusahaan. Jika itu sebuah startup maka mulailah fokus pada bisnisnya. Pengguna akan merasa dihargai dan percaya jika mereka merasa dekat perusahaan atau bisnis yang mereka percaya, tempat mereka membayar untuk sesuatu yang ditawarkan. Mulailah dengan pahami bagaimana posisi perusahaan, seberapa banyak penggunanya, bagaimana demografinya, dan apa yang telah perusahaan janjikan.
Area selanjutnya adalah pengalaman. Ini kaitannya dengan pengalaman bisnis, tentang alasan mengapa ada sebuah produk, masalah apa yang coba diselesaikan, dan apa yang dipercaya perusahaan untuk hal itu. Bagikan hal tersebut dengan pengguna, mereka layak untuk tahu. Mencoba membangun kedekatan dan keterikatan dengan mulai memahami satu sama lain.
Area berikutnnya adalah produk. Tentu ini berkaitan dengan teknis. Bagaimana fitur-fitur bekerja. Bagaimana layanan bisa membuat pekerjaan mudah, bekerja dengan baik, dan tanpa kesalahan atau error. Pastikan jika fitur-fitur yang ada dibangun dengan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan dan yang diharapkan.
Selain itu kepercayaan pengguna juga dapat diraih, dipertahankan dan tingkatkan dengan menunjukkan konsistensi dalam beberapa hal. Misalnya dengan tetap memberikan layanan yang transparan, baik soal harga maupun layanannya. Minta maaf jika ada sesuatu yang menyebabkan kerugian bagi pengguna, selesaikan dengan segera masalah tersebut dan jangan lupa minta feedback berupa kritik dan saran untuk meningkatkan keterlibatan pengguna terhadap bisnis. Tetap konsisten memberikan pelayanan prima terhadap pelanggan juga bisa menjadi hal lain yang berpengaruh terhadap kepercayaan pengguna.
Pada intinya integritas dan kredibilitas dengan fokus pada kualitas bisnis dan layanan yang diberikan. Selanjutnya fokus dilanjutkan ke pengguna. Dari mulai bagaimana kita memperlakukan pengguna hingga memahami setiap kebutuhan dan apa yang pengguna idam-idamkan.

Kuliah tamu 2022 feri dosen Universitas Bisnis dan Teknologi Georgia, bagaimana membangun kepercayaan pada platform digital part 6
Webinar International
Back to News
Webinar International
Wednesday, November 16, 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views