Collaborate With Us :+62 888-888-6666
Stekom Logo
Visiting lecture with Faculty from Vinnytsia Pedagogical University (Ukraine) Part 7

Visiting lecture with Faculty from Vinnytsia Pedagogical University (Ukraine) Part 7

Visiting Lecturer

Back to News
Visiting Lecturer
Wednesday, June 14, 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views

Intelligent tutoring system (ITS) adalah sistem komputer yang bertujuan untuk memberikan instruksi atau umpan balik langsung dan disesuaikan untuk peserta didik, biasanya tanpa memerlukan intervensi dari guru manusia. ITS memiliki tujuan bersama untuk memungkinkan pembelajaran dengan cara yang bermakna dan efektif dengan menggunakan berbagai teknologi komputasi. Ada banyak contoh ITS yang digunakan dalam pendidikan formal dan pengaturan profesional di mana mereka telah menunjukkan kemampuan dan keterbatasannya. Ada hubungan erat antara tutor cerdas, teori dan desain pembelajaran kognitif; dan ada penelitian berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas ITS. Sebuah ITS biasanya bertujuan untuk mereplikasi manfaat yang ditunjukkan dari bimbingan pribadi satu-ke-satu, dalam konteks di mana siswa sebaliknya akan memiliki akses ke instruksi satu-ke-banyak dari satu guru (misalnya, kuliah di kelas), atau tidak ada guru sama sekali. (misalnya, pekerjaan rumah online). ITSs sering dirancang dengan tujuan memberikan akses ke pendidikan berkualitas tinggi untuk setiap siswa.


Kemungkinan mesin cerdas telah dibahas selama berabad-abad. Blaise Pascal menciptakan mesin hitung pertama yang mampu melakukan fungsi matematika pada abad ke-17 yang disebut Kalkulator Pascal. Pada saat itu matematikawan dan filsuf Gottfried Wilhelm Leibniz membayangkan mesin yang mampu menalar dan menerapkan aturan logika untuk menyelesaikan perselisihan. Karya-karya awal ini mengilhami perkembangan selanjutnya.


Konsep mesin cerdas untuk penggunaan instruksional sudah ada sejak tahun 1924, ketika Sidney Pressey dari Ohio State University menciptakan mesin pengajar mekanis untuk mengajar siswa tanpa guru manusia. Mesinnya sangat mirip dengan mesin tik dengan beberapa tombol dan jendela yang memberikan pertanyaan kepada pelajar. Mesin Pressey memungkinkan input pengguna dan memberikan umpan balik langsung dengan mencatat skor mereka di konter.


Pressey dipengaruhi oleh Edward L. Thorndike, seorang ahli teori pembelajaran dan psikolog pendidikan di Kolese Guru Universitas Columbia pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Thorndike mengemukakan hukum untuk memaksimalkan pembelajaran. Hukum Thorndike termasuk hukum efek, hukum latihan, dan hukum kebaruan. Dengan standar selanjutnya, mesin pengajaran dan pengujian Pressey tidak akan dianggap cerdas karena dijalankan secara mekanis dan didasarkan pada satu pertanyaan dan jawaban pada satu waktu, tetapi ini menjadi preseden awal untuk proyek masa depan.


Pada tahun 1950-an dan 1960-an, perspektif baru tentang pembelajaran muncul. Burrhus Frederic "B.F." Skinner di Universitas Harvard tidak setuju dengan teori pembelajaran koneksionisme Thorndike atau mesin pengajaran Pressey. Sebaliknya, Skinner adalah seorang behavioris yang percaya bahwa peserta didik harus menyusun jawaban mereka dan tidak bergantung pada pengakuan. Dia juga membangun mesin pengajaran dengan sistem mekanis inkremental yang akan memberi penghargaan kepada siswa atas tanggapan yang benar terhadap pertanyaan.


Materi diatas disampaikan oleh presentator dari Ukraina dalam visiting lecturer internasional yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universitas dari Ukraina. Nama presentator tersebut adalah Oleksii Panasenko. Dia adalah Lecturer di Vinnitsia State Pedagogical University (Ukraine), Ph.D. in Mathematics. Dia juga merupakan data scientist di NestLogic Inc. Ketertarikannya dalam bidang keilmuan adalah dalam mathematics: fractal analysis. Sedangkan ketertarikannya dalam teaching adalah working with mathematically gifted pupils; mathematical olympiads. Selain itu dia memiliki ketertarikan di semua hal yang terhubung dengan machine learning, data science, Al. Adapun waktu pelaksanaan visiting lecture tersebut adalah pada tanggl 12 Mei 2023 dengan sambutan awal oleh Bapak Dr. Joseph Teguh Santoso yang merupakan rektor universitas STEKOM dan di pandu oleh Ibu Novita.


Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.