Collaborate With Us :+62 888-888-6666
Stekom Logo
Webinar internasional 2022 menghadapi vuca, bagaimana akademisi menavigasi new normal part 4

Webinar internasional 2022 menghadapi vuca, bagaimana akademisi menavigasi new normal part 4

Webinar International

Back to News
Webinar International
Sunday, November 6, 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views

VUCA adalah singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Intinya, dunia VUCA artinya dunia yang kita hidupi sekarang, di mana perubahan sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Kalau kita mau bisa bertahan di dunia jaman sekarang, kita tidak bisa menghindari kemajuan. Kita hanya bisa beradaptasi. Seperti ungkapan dari Albert Einstein, “The measure of intelligence is the ability to change.”


Kesadaran terhadap teori VUCA dijaman sekarang mendorong banyak orang untuk bisa beradaptasi dengan lebih cepat dan efektif. Jika seseorang menolak perubahan maka kemungkinan besar orang tersebut akan mengalami berbagai ketertinggalan yang cukup jauh. Apalagi dengan perkembangan teknogi informasi dan komunikasi yang sangat cepat seperti sekarang, setiak perubahan di suatu tempat akan sangat mudah dan cepat ditularkan ke daerah lainnya.


Universitas STEKOM sebagai institusi pendidikan profesional dan memiliki pandangan global turut berupaya dalam membangun masyarakat akademis yang tanggap terhadap fenomena VUCA. Alasan tersebut adalah salah satu yang mendorong Universitas STEKOM mengadakan sebuah webinar Internasional yang melibatkan pembicara dari dalam negeri dan luar negeri yang secara khusus membahas berbagai bidang yang terkair dengan fenomena VUCA. Webinar tersebut menggunakan judul “Facing the changing bussiness world in the VUCA Era”.

Seminar tersebut terlaksana pada 20 Oktober 2022 dengan 2 pembicara dari malaysia dan satu pembicara dari Indonesia. Pembicara pertama pada acara tersebut adalah seorang associate profesor. Identitas lengkapnya adalah Assoc. Prof. Dr. Ummi Naiemah Saraih. Dr. Ummi menjabat sebagai pimpinan di Centre of Excellence for Social Innovation & Sustainability (CoESIS), Universiti Malaysia Perlis (UniMAP), MALAYSIA. Judul presentasi yang dia bawakan adalah “Living in a VUCA World: How Academic Leaders can Navigate the New Normal”.


Diawal presentasinya, Dr. Ummi menjelaskan tentang daftar isi dari presentasinya. Kurang lebih ada 4 poin utama yang akan disampaikan oleh Dr. Ummi, yaitu perkenalan, pemimpin menavigasi VUCA, peran dari folower, dan kesimpulan. Artikel berita ini merupakan lanjutan dari materi dengan judul yang sama pada part 1, part 2, dan part 3 yang telah membahas relevansi VUCA dijaman sekarang, bagaimana menavigasi VUCA, dan peran folower.


Artikel ini membahas materi Dr. Ummi tentang kesimpulan presentasinya. Kesimpulan yang pertama dari Dr. Ummi adalah tentang pemimpin. Pergeseran pola pikir menuju VUCA sangat penting dan harus dipimpin oleh para pemimpin akademis. Pemimpin yang adaptif  dia harus menjadi contoh hidup tentang bagaimana seseorang dapat berkembang dengan perubahan pola pikir. Pada saat yang sama, para pengikut harus tetap berpikiran terbuka dan tetap dapat beradaptasi dalam kenormalan baru.


Kesimpulan presentasi yang kedua dari Dr. Ummi adalah tentang folower. Menurutnya, Dalam dunia VUCA, yang terpenting adalah mengantisipasi masa depan dan untuk memperkuat kerja sama antara pemimpin dan pengikutnya. Keputusan dan koneksi adalah faktor keberhasilan untuk membentuk tujuan bersama.

Setelah Dr. Ummi menyampaikan kesimpulannya kemudian presentasi dari Dr. Ummi diakhiri. Setelah presentasi tersebut diakhiri, tidak langsung diikuti sesi tanya jawab. Namun peserta diperbolehkan mengajukan pertanyaan secara tekstual melalui zoom ataupun Youtube untuk kemudiaan dibahas pada saat semua pembicara selesai menyampaikan presentasinya. Pada saat sesi tanya jawab nantinya, peserta juga diperbolehkan untuk bertanya secara langsung secara verbal melalui media zoom.