Collaborate With Us :+62 888-888-6666
Stekom Logo
Webinar internasional 2022 menghadapi vuca, solusi VUCA

Webinar internasional 2022 menghadapi vuca, solusi VUCA

Webinar International

Back to News
Webinar International
Monday, November 7, 2022
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views

VUCA adalah singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity. Intinya, dunia VUCA artinya dunia yang kita hidupi sekarang, di mana perubahan sangat cepat, tidak terduga, dipengaruhi oleh banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subyektif. Kalau kita mau bisa bertahan di dunia jaman sekarang, kita tidak bisa menghindari perubahan-perubahan tersebut. Kita akan sering menghadapi situasi dimana kita hanya bisa beradaptasi dan tidak bisa merubah keadaan. Seperti ungkapan dari Albert Einstein, "The measure of intelligence is the ability to change."


Kesadaran terhadap teori VUCA dijaman sekarang mendorong banyak orang untuk bisa beradaptasi dengan lebih cepat dan efektif. Jika seseorang menolak perubahan maka kemungkinan besar orang tersebut akan mengalami berbagai ketertinggalan yang cukup jauh. Apalagi dengan perkembangan teknogi informasi dan komunikasi yang sangat cepat seperti sekarang, setiap perubahan di suatu tempat akan sangat mudah dan cepat ditularkan ke daerah lainnya.


Universitas STEKOM sebagai institusi pendidikan profesional dan memiliki pandangan global turut berupaya dalam membangun masyarakat akademis yang tanggap terhadap fenomena VUCA. Alasan tersebut adalah salah satu yang mendorong Universitas STEKOM mengadakan sebuah webinar Internasional yang melibatkan pembicara dari dalam negeri dan luar negeri yang secara khusus membahas berbagai bidang yang terkait dengan fenomena VUCA. Webinar tersebut menggunakan judul “Facing the changing bussiness world in the VUCA Era”.


Seminar tersebut terlaksana pada 20 Oktober 2022 dengan 2 pembicara dari malaysia dan satu pembicara dari Indonesia. Pembicara ketiga adalah Bapak Priyadi, M.Kom yang merupakan satu-satunya pembicara dari Indonesia. Priyadi adalah dosen dibidang IT di Universitas STEKOM sehingga materi yang disampaikan sesuai dengan bidang keahliannya, yaitu "How to deal with vuca in IT-based business and career."


Meskipun pengertian tentang VUCA sudah disampaikan oleh beberapa pembicara sebelumnya, Bapak Priyadi tetap menyampaikan pengertian tentang VUCA. Tujuannya adalah agar adanya persamaan persepsi tentang VUCA karena bisa jadi ada beberapa perbedaan definisi atau penggunaan istilah yang berbeda dibandingkan pembicara sebelumnya atau yang ada di internet secara umum.


Setelah selesai membahas tentang pengertian dan dampak VUCA, Bapak Priyadi melanjutkan penjelasannya tentang solusi dari VUCA. Solusi dari volatility adalah vision. Untuk mendapatkan vision yang baik maka kita harus mengelola data dengan baik agar menjadi informasi yang valid. Kita juga harus segera berkomunikasi atas perubahan-perubahan yang terjadi agar memperolah pandangan yang jelas dalam penanganan masalah kedepannya. Memperjelas arah juga penting dalam solusi ini, tanpa arah yang jelas kita mungkin mendapatkan padangan yang kurang jelas dan solusi yang kurang jelas juga nantinya.



Solusi dari uncertainty adalah understanding. Menemukan perspektif baru akan bisa membantu kita dalam memahami masalah. Kita juga perlu mempertimbangkan fleksibilitas agar tidak terikat dengan salah satu sudut pandang saja. Selain itu, alangkah baiknya kita melihat ke belakang untuk menghadapi masa depan dengan lebih baik.


Solusi dari complexcity adalah clarity. Langkah-langkah clarity bisa kita lakukan dengan meningkatkan kolaborasi untuk memahami keragaman yang ada. Kita juga bisa menemukan solusi non-permanen yang kontekstual atas fenomena yang timbul. Tahap akhir dari serangkaian langkah yang bisa dilakukan sebagai solusi complexity adaalah pengelolaan dan klasifikasi data.


Solusi ambiguity adalah dengan understanding. Solusinya hampir sama dengan permasalahan uncertainty. Namun kita perlu menentukan langkah-langkah yang berbeda. Dalam menanggapi ambiguity kita harus memiliki keinginan untuk memahami masalah atau kejadian agar tidak ada masalah yang diabaikan, namun ternyata dampaknya besar. Kita juga harus memiliki keinginan untuk menemukan pola masalah atau kejadian yang kompleks dan beragam untuk memahami keragaman tersebut. Yang terakhir kita harus menemukan formula solusi dan peluang untuk mengubah pola.