Collaborate With Us :+62 888-888-6666
Stekom Logo
Webinar Internasional - Industrial Analytics Driving Digital Information - 2

Webinar Internasional - Industrial Analytics Driving Digital Information - 2

Webinar International

Back to News
Webinar International
Thursday, June 22, 2023
Priyadi, S.Kom, M.Kom
0 Views

Kekuatan analisis Five Forces Porter dalam analisis industri meliputi:
1.    Analisis Komprehensif: Analisis Lima Kekuatan Porter memberikan kerangka komprehensif untuk menganalisis dinamika persaingan suatu industri. Ini memperhitungkan lima faktor utama yang menentukan intensitas persaingan dan daya tarik suatu industri, termasuk ancaman pendatang baru, kekuatan tawar menawar pemasok dan pembeli, ancaman produk atau layanan pengganti, dan intensitas persaingan di antara pesaing yang ada.
2.    Mudah digunakan: Analisis Lima Kekuatan Porter adalah alat sederhana dan mudah digunakan yang dapat diterapkan ke industri atau segmen pasar apa pun. Itu tidak memerlukan pengetahuan luas tentang ekonomi atau strategi bisnis, membuatnya dapat diakses oleh pemilik usaha kecil dan pengusaha.
3.    Mengidentifikasi faktor kritis: Analisis Lima Kekuatan Porter membantu bisnis mengidentifikasi faktor kritis yang menentukan kesuksesan mereka dalam industri. Dengan memahami dinamika persaingan industri, bisnis dapat mengembangkan strategi efektif yang memanfaatkan kekuatan mereka dan mengurangi kelemahan mereka.
4.    Diakui secara luas: Analisis Lima Kekuatan Porter diakui secara luas dan digunakan oleh bisnis, analis, dan akademisi. Popularitas dan penggunaannya yang meluas menjadikannya alat yang berharga untuk membandingkan dan membandingkan industri.
Singkatnya, analisis Lima Kekuatan Porter adalah alat yang komprehensif dan mudah digunakan yang mengidentifikasi faktor-faktor penting dan diakui secara luas dalam analisis industri.
Di sisi lain, Beberapa kritik terhadap model Five Forces Porter antara lain:
1. Konteks sejarah: Salah satu kritik utama terhadap model Lima Kekuatan Porter adalah bahwa model tersebut dikembangkan pada tahun 1980-an dan mungkin tidak relevan dengan lingkungan bisnis modern saat ini. Model ini mengasumsikan pasar sempurna klasik, yang mungkin tidak berlaku untuk semua industri.
2. Kurangnya fleksibilitas: Para kritikus berpendapat bahwa model Lima Kekuatan Porter terlalu kaku dan analitis. Itu mungkin tidak menangkap nuansa industri yang berbeda dan mungkin tidak cukup fleksibel untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi pasar.
3. Penekanan berlebihan pada persaingan: Model ini sangat berfokus pada persaingan dan mungkin tidak mempertimbangkan faktor penting lain yang memengaruhi industri, seperti peraturan pemerintah, tren sosial, dan kemajuan teknologi.
4. Cakupan terbatas: Model Five Forces Porter hanya mempertimbangkan lima faktor yang menentukan intensitas dan daya tarik kompetitif suatu industri. Kritikus berpendapat bahwa ini adalah ruang lingkup terbatas dan mungkin tidak memberikan gambaran lengkap tentang industri ini.
5. Penyalahgunaan: Kritik lain terhadap model Lima Kekuatan Porter adalah bahwa model ini sering disalahgunakan oleh organisasi sebagai cara menilai kekuatan internal, bukan kekuatan pasar eksternal.
Singkatnya, kritik terhadap model Five Forces Porter mencakup konteks historisnya, kurangnya fleksibilitas, terlalu menekankan pada persaingan, ruang lingkup yang terbatas, dan penyalahgunaan oleh organisasi.
Materi diatas disampaikan oleh presentator dari Indonesia dalam international webinar yang diadakan Universitas STEKOM bekerjasama dengan Universitas Kuala Lumpur dari Malaysia. Nama presentator tersebut adalah Wibi Ardi Alvianto, M.Pd. Dia adalah Lecturer di Universitas STEKOM pada program Studi Desain Komunikasi Visual. International webinar tersebut dilaksanakan pada tanggl 23 Mei 2023 yang dipandu oleh Ibu Novita. Media yang digunakan dalam international seminar tersebut adalah zoom dan disiarkan langsung ke Youtube. Acara berlangsung sangat baik dan cukup meriah ditandai dengan banyak peserta yang mengikuti dan banyaknya pertanyaan yang disampaikan setelah presentator selesai menyampaikan presentasiny.
Kegiatan webinar internasional tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional. Hal itu dilakukan dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.