Rantai nilai adalah serangkaian langkah berurutan yang masuk ke penciptaan produk jadi, dari desain awal hingga kedatangannya di depan pintu pelanggan. Rantai mengidentifikasi setiap langkah dalam proses di mana nilai ditambahkan, termasuk tahap pengadaan, pembuatan, dan pemasaran dari produksinya.
Perusahaan
melakukan analisis rantai nilai dengan mengevaluasi prosedur
terperinci yang terlibat dalam setiap langkah bisnisnya. Tujuan dari
analisis rantai nilai adalah untuk meningkatkan efisiensi produksi
sehingga perusahaan dapat memberikan nilai maksimal dengan biaya
seminimal mungkin.
Presentator webinar internasional Universitas STEKOM yang menyampaikan materi tersebut adalah Veleriia lymar yang berasal dari Ukraina. Dia merupakan seorang Doktor dibidang ilmu ekonomi. Jabatan fungsional akademisnya adalah Associate professor. Di kampusnya, Bapak Veleriia menjabat sebagai Acting head of international relations and foreign policy department. Adapun kampus tempat domisilinya adalah ‘Vasyl’ Stus Donetsk National University, Ukraina.
Judul presentasi yang disampaikan oleh Bapak Veleriia adalah "Analyzing a New Circular Economy Action Plan". Diawal presentasinya, Bapak Veleriia menjelaskan tentang rencana aksi ekonomi sirkular baru yang dikembangkan oleh komisi Eropa. Komisi Eropa mengadopsi rencana aksi ekonomi sirkular baru (CEAP) pada Maret 2020. Ini adalah salah satu blok bangunan utama dari Kesepakatan Hijau Eropa, agenda baru Eropa untuk pertumbuhan berkelanjutan. Transisi UE ke ekonomi sirkular akan mengurangi tekanan pada sumber daya alam dan akan menciptakan pertumbuhan dan lapangan kerja yang berkelanjutan. Ini juga merupakan prasyarat untuk mencapai target netralitas iklim UE tahun 2050 dan untuk menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati.
Kegiatan webinar tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan komitmen Universitas STEKOM untuk memperbanyak berbagai kegiatan Internasional dalam rangka mewujudkan visi untuk menjadi Universitas berkelas Internasional. Berbagai kegiatan Internasional yang dilaksanakan Universitas STEKOM terus berjalan dari tahun ke tahun. Ada kegiatan internasional yang bersifat berkelanjutan dan ada juga beberapa kegiatan internasional yang tidak berkelanjutan. Semua jenis kegiatan internasional diakomodasi dan diatur oleh departemen Internasional Universitas STEKOM.
Karena persaingan yang semakin meningkat untuk mendapatkan harga yang tidak ada duanya, produk yang luar biasa, dan loyalitas pelanggan, perusahaan harus terus-menerus memeriksa nilai yang mereka ciptakan untuk mempertahankan keunggulan kompetitif mereka. Rantai nilai dapat membantu perusahaan untuk membedakan area bisnisnya yang tidak efisien, kemudian menerapkan strategi yang akan mengoptimalkan prosedurnya untuk efisiensi dan profitabilitas maksimum.
Selain memastikan bahwa mekanisme produksi lancar dan efisien, penting bagi bisnis untuk membuat pelanggan merasa percaya diri dan cukup aman untuk tetap loyal. Analisis rantai nilai juga dapat membantu dalam hal ini.
Michael E. Porter, dari Harvard Business School, memperkenalkan konsep rantai nilai dalam bukunya, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. Dia menulis: "Keunggulan kompetitif tidak dapat dipahami dengan melihat sebuah perusahaan secara keseluruhan. Itu berasal dari banyak aktivitas terpisah yang dilakukan perusahaan dalam merancang, memproduksi, memasarkan, mengirimkan, dan mendukung produknya."
Dalam konsepnya tentang rantai nilai, Porter membagi aktivitas bisnis menjadi dua kategori, "primer" dan "pendukung", yang contoh aktivitasnya kami cantumkan di bawah ini. Kegiatan khusus di setiap kategori akan bervariasi menurut industrinya.
Kegiatan utama
terdiri dari lima komponen, dan semuanya penting untuk menambah nilai
dan menciptakan keunggulan kompetitif:
- Logistik masuk
mencakup fungsi seperti menerima, menyimpan, dan mengelola
inventaris.
- Operasi meliputi prosedur untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi.
- Logistik keluar mencakup kegiatan untuk mendistribusikan produk akhir ke konsumen.
- Pemasaran dan penjualan mencakup strategi untuk meningkatkan visibilitas dan menargetkan pelanggan yang tepat—seperti iklan, promosi, dan penetapan harga.
- Layanan mencakup program untuk mempertahankan produk dan meningkatkan pengalaman konsumen—seperti layanan pelanggan, pemeliharaan, perbaikan, pengembalian dana, dan penukaran.
